Kuatkan Sinergitas Tiga Pilar, Pemdes Nyanglan Gelar Kapasitas Pecalang

Klungkung,- Dalam mewujudkan situasi dan kondisi Kamtibmas wilayah yang kondusif, disamping kuatnya sinergitas antar aparat, profesionalisme dalam tugas dan fungsi aparat terkait menjadi salah satu faktor utama.

Dalam tugas di lapangan, aparat keamanan di wilayah harus memahami tugas dan fungsinya secara profesional.

Demikian disampaikan Babinsa Nyanglan Serda Kadek Dwi Awan saat bersama Bhabinkamtibmas menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pecalang yang digelar di Pura Dalem Banjar Nyanglan Kaleran, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Selasa ( 29/07/25 ).

Dalam keterangannya, Babinsa Nyanglan Serda Kadek Dwi Awan menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan hari ini sebagai upaya peningkatan kapasitas pecalang dalam rangka optimalisasi tugas dan fungsinya,”ucapnya.

Menurutnya, dalam optimalisasi tugas dan fungsi, tidak hanya dibutuhkan sunergitas antar aparat saja, namun setiap aparat harus memahami tugas dan fungsinya, “terangnya.

Dengan kuatnya sinergitas dan profesionalnya aparat di wilayah maka optimalisasi Tupoksi bukan hal yang mustahil. Kami Babinsa dan Bhabinkamtibmas tentu selalu siap untuk bersinergi dan berkontribusi penuh untuk mewujudkan Kamtibmas wilayah aman dan kondusif,”imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Nyanglan I Wayan Sarjana mengatakan, untuk peningkatan kapasitas pecalang kali ini kita prioritaskan pada Pergub Bali No 26 tahun 2020 tentang pemberdayaan pecalang dan Bankamda.

Dalam Pergub tersebut tertuang bahwa dalam rangka menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya serta untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia niskala-sakala sesuai dengan visi pembangunan daerah “ Nangun Sat Kerthi Loka Bali “, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, diperlukan sistem pengamanan lingkungan masyarakat secara terpadu dan dalam rangka mewujudkan pengamanan lingkungan masyarakat secara terpadu, perlu dibangun pengamanan wilayah ( Wewidangan ) dan Krama Desa Adat, Krama Tamiu, dan Tamiu berbasis Desa Adat,”jelasnya.

Sesuai hal tersebut tentu pecalang sebagai aparat pengamanan desa adat tentunya harus memahami tugas dan tanggungjawabnya. Oleh karena itu, hari ini kita tekankan kembali terkait Tupoksi sebagai upaya peningkatan kapasitas para pecalang, khususnya di Desa Nyanglan ini,”lanjutnya.

Pada kesempatan ini kita juga menghadirka Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai aparat keamanan wilayah yang tentunya dalam kegiatan di wilayah, apalagi terkait upacara keagamaan, adat dan budaya akan bersma-sama dengan pecalang. Jadi ini juga menjadi wahana penguatan sinergitas tiga pilar,”imbuhnya. ( pendim 1610/Klungkung ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *