NTT, TTS — Sebuah harapan baru tengah dirajut oleh masyarakat di perbatasan Desa Hoi dan Desa Persiapan Fatukolo, Kecamatan Oenino. Kehadiran infrastruktur vital berupa bantuan Jembatan Gantung kini bukan lagi sekadar impian, melainkan mulai menunjukkan wujud nyatanya.
Guna memastikan proyek strategis ini berjalan lancar dan tepat waktu, bintara pembina desa (Babinsa) Koramil setempat turun langsung ke lapangan. Pada Selasa (03/11/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WITA, Kopda Yanto Lopo selaku Babinsa Kecamatan Oenino melaksanakan pengawasan intensif di lokasi pembangunan.
Pantauan di lapangan menunjukkan atmosfer gotong royong yang begitu kental. Di bawah terik matahari, Kopda Yanto Lopo bersama empat orang tukang ahli dan puluhan masyarakat Desa Persiapan Fatukolo bahu-membahu melanjutkan pekerjaan. Fokus agenda hari ini adalah pembuatan begesting (cetakan) untuk tiang utama jembatan gantung.
“Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami dari TNI, khususnya Kodim 1621/TTS, berkomitmen penuh untuk mengawal prosesnya agar kualitas bangunan terjaga dan selesai sesuai target,” ujar Kopda Yanto Lopo di sela-sela kegiatannya.
Infrastruktur ini memang sudah sangat dinantikan. Berdasarkan data yang dihimpun, jembatan gantung ini nantinya akan menjadi urat nadi bagi sedikitnya 283 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di wilayah tersebut. Lebih dari itu, jembatan ini merupakan jalur krusial bagi masa depan generasi muda setempat. Tercatat ada 156 siswa SD, 97 siswa SMP, dan 83 siswa SMA yang setiap harinya bertaruh keselamatan menyeberangi jalur darat demi menuntut ilmu. (Pen1621).













