Babinsa Desa Yehsumbul Koramil 1617-02/Mendoyo Terjun Langsung Mengamankan Jalannya Upacara Petik Laut.

Gentra News Bali-Petik laut merupakan sebuah upacara adat atau ritual sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan untuk memohon berkah rezeki dan keselamatan yang dilakukan oleh para Nelayan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banjar Yehsumbul, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Sabtu (29/07/2023)

Dalam acara tersebut hadir pula Bupati Jembrana yang diwakili Kabid Dinas Perhubungan dan Kelautan Kabupaten Jembrana, Ni Nyoman Trimasti dan Dinas terkait lainnya yang mana acara Petik Laut tersebut di laksanakan setahun sekali dimana tradisi petik laut tersebut kembali digelar setelah sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Selain merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilaksanakannya kegiatan ini juga untuk mengenalkan budaya pada generasi muda dan tradisi petik laut juga merupakan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Yehsumbul kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah, kemakmuran, dan keselamatan saat melaut.

Dalam Sambutan Bupati Jembrana yang disampaikan Kabid Dinas Perhubungan dan Kelautan Kabupaten Jembrana mengucapkan “Puji syukur kita panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa/Allah Subhana Wata Allah, karena segala taufik dan hidayah-Nya kita sekalian dapat hadir dalam keadaan sehat walafiat, untuk bersama- sama mengikuti Acara Petik Laut Kelompok Nelayan Sumber Tunas Muda, Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo pada hari ini. “Petik Laut adalah ungkapan rasa sujud syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki berupa hasil penangkapan ikan yang tidak kunjung henti-hentinya sepanjang masa dan merupakan salah satu media permohonan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, agar senantiasa mendapatkan perlindungan dan dijauhkan dari segala mara bahaya. Hal ini sesuai dan sejalan dengan VISI Pemerintah Kabupaten Jembrana yaitu Mewujudkan Masyarakat Jembrana Bahagia Berlandaskan Tri Hita Karana”, dengan Misi “Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana”, yang salah satu dari enam misi tersebut adalah Segara Kerthi yaitu memanfaatkan laut sebagai sumber kehidupan yang berkelanjutan dengan tetap memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup sumberdaya hayati sekitarnya. Misi Segara Kerthi dituangkan kedalam berbagai program dan kegiatan, seperti Program Pengembangan Perikanan Tangkap, Program Pengembangan Perikanan Budidaya, serta Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, yang telah dilaksanakan secara berkesinambungan dengan harapan potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Jembrana. Oleh karena itu, saya menghimbau dan mengajak kepada kita sekalian yang secara langsung memanfaatkan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di Selat Bali dan sepanjang pantai Kabupaten Jembrana ini, untuk menjaga, melindungi dan melestarikannya sehingga terpeliharanya daya dukung dan kualitas lingkungan secara seimbang dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan sumber daya ikan yang kita miliki sebagai warisan anak cucu kita.
Pemerintah Kabupaten Jembrana akan selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan serta kapasitas para nelayan dengan berbagai program/kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan, seperti Bimbingan Teknis (Bimtek), pemberian bantuan hibah sarana dan prasarana nelayan yang sudah diserahterimakan berupa alat tangkap jaring. Hal ini tentunya untuk meningkatkan kemandirian para nelayan, agar menjadi nelayan yang kuat, tangguh dan siap menyongsong “Jembrana Emas 2026,” ucap Kabid Dinas Perhubungan dan Kelautan Kabupaten Jembrana (Ni Nyoman Trimasti)

Pada kesempatan tersebut Babinsa Desa Yehsumbul Pelda Ida Bagus Gede Priada mengajak masyarakat Desa Yehsumbul untuk mensyukuri apa yang telah diperoleh dari laut.

“Mari kita mensyukuri apa yang telah didapat dari laut, dengan kita mensyukuri Insyaallah kita akan mendapatkan kelimpahan rizki,” ucap Babinsa.

Pendim Jbr/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *