Seririt – Suara komando yang tegas dan hentakan sepatu yang serentak menggema di lapangan basket MTSN 2 Buleleng, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt pada Rabu (23/7/2025) pagi. Sebanyak 68 siswa-siswi baru dengan penuh semangat mengikuti arahan dari Babinsa Desa Banjarasem, Sertu Ketut Parwata, dari Kodim 1609/Buleleng.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025, yang dirancang untuk membentuk karakter, menanamkan kedisiplinan, dan memupuk rasa cinta tanah air sejak dini.
Dimulai tepat pukul 07.30 WITA, para siswa yang baru saja menginjakkan kaki di jenjang sekolah menengah pertama ini diajak untuk memahami esensi Wawasan Kebangsaan. Di dalam ruang kelas, Sertu Ketut Parwata memberikan materi tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman, nilai-nilai luhur Pancasila, dan semangat bela negara.
“Wawasan Kebangsaan adalah fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda. Sejak dini, mereka harus paham arti cinta tanah air, persatuan, dan pentingnya disiplin. Ini bukan hanya tentang baris-berbaris, tapi tentang membentuk mental yang kuat dan bertanggung jawab,” ujar Sertu Parwata di sela-sela kegiatan.
Setelah mendapatkan pembekalan teori, antusiasme para siswa semakin terlihat saat sesi praktik Peraturan Baris Berbaris (PBB) dimulai pukul 08.30 WITA. Di bawah terik matahari pagi, mereka diajarkan gerakan dasar di tempat seperti sikap sempurna, hadap kanan, hadap kiri, hingga hadap serong. Meski sederhana, pelatihan ini efektif mengajarkan tentang fokus, kepatuhan pada instruksi, dan kekompakan tim.
Kepala Sekolah MTSN 2 Buleleng, yang turut hadir bersama jajaran guru dan pengurus OSIS, menyambut baik sinergi antara pihak sekolah dengan TNI.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kodim 1609/Buleleng, khususnya Babinsa Desa Banjarasem. Kehadiran TNI di tengah-tengah kami memberikan warna tersendiri dalam MPLS tahun ini. Materi yang disampaikan sangat relevan untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dan membangun jiwa nasionalisme mereka,” ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Para siswa baru tidak hanya mendapatkan pengenalan tentang lingkungan sekolah mereka, tetapi juga bekal berharga tentang kedisiplinan dan kebangsaan yang akan menjadi landasan mereka dalam menempuh pendidikan.