NTB — Sumbawa, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1607/Sumbawa kembali melanjutkan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kalabeso dan Desa Labuan Burung yang terletak di Dusun Pernang, Kecamatan Buer, Rabu (30/07/2025).
Pembangunan jembatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga, khususnya para petani, yang selama ini harus menempuh jalur memutar hingga lebih dari 3 kilometer untuk menuju kebun atau mengangkut hasil panen.
Jembatan ini menjadi kebutuhan utama warga karena selama ini akses yang tersedia hanya berupa jalan melintasi jalur sungai. Saat musim hujan tiba, debit air sungai seringkali meluap hingga menutupi jalur tersebut, membuatnya tidak bisa dilewati sama sekali baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Akibatnya, aktivitas warga menjadi terganggu, terutama para petani yang kesulitan menuju kebun atau membawa hasil panen.
Salah seorang warga Dusun Pernang, mengungkapkan, “Kalau musim hujan, air sungai meluap tinggi dan tidak ada jalan lain. Kami harus putar jauh bahkan kadang menunggu air surut sampai berjam-jam. Adanya jembatan ini benar-benar sangat membantu kami,” ujarnya penuh rasa syukur.
Pembangunan jembatan ini menggunakan konstruksi beton bertulang dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter, dirancang tahan terhadap banjir dan mampu dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Dansatgas TMMD ke-125, Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan salah satu sasaran prioritas TMMD karena menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
”Kami melihat langsung bagaimana warga kesulitan saat hujan datang. Jembatan ini dibangun bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga sebagai solusi permanen agar masyarakat tidak lagi terisolasi saat sungai meluap,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam proses pembangunan menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI-Rakyat. Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan sehingga dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, memperkuat konektivitas antardesa, dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
(Pendim 1607/Sumbawa)