Gianyar – Upaya membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi terus digencarkan oleh TNI. Salah satunya ditunjukkan Kodim 1616/Gianyar yang pada Jumat (29/8/2025) menggelar kegiatan penyuluhan bahaya minuman keras, penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, LGBT, serta penguatan norma agama dan asusila. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Manunggal TNI-Rakyat Kodim 1616/Gianyar ini diikuti oleh anak-anak, remaja, serta keluarga besar TNI di lingkungan PD IX/Udayana.
Acara ini mendapat perhatian khusus dengan hadirnya Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Koorcabrem 163/Wira Satya PD IX/Udayana, Ny. Fitroh Rizal Wijaya beserta jajaran pengurus Persit. Kehadiran Persit KCK menjadi bentuk dukungan nyata dalam upaya membimbing generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun perilaku menyimpang.
Dalam penyuluhan tersebut, Pasiintel Kodim 1616/Gianyar, Lettu Inf Karel AP, menyampaikan materi mengenai bahaya minuman keras, narkoba, dan HIV/AIDS. Ia menegaskan bahwa ketiga hal tersebut merupakan ancaman serius yang bisa menghancurkan generasi bangsa. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan fisik, melainkan juga pada mental, moral, bahkan masa depan seseorang.
Lebih jauh, Lettu Inf Karel AP menjelaskan bahwa minuman keras dapat merusak organ vital seperti hati, ginjal, dan otak, serta kerap memicu tindakan kriminal maupun kecelakaan lalu lintas. Sementara narkoba menyebabkan kecanduan, merusak fungsi saraf otak, dan menjadi pintu masuk terjadinya pergaulan bebas maupun tindak kriminal. Adapun HIV/AIDS, hingga kini masih menjadi penyakit mematikan yang belum ada obat penyembuhannya, banyak ditularkan melalui pergaulan bebas maupun penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. “Kita harus waspada, jangan sampai keluarga besar TNI terjerumus dalam bahaya narkoba dan miras. Pencegahan sejak dini adalah kunci, dan keluarga adalah benteng utama,” tegasnya.
Sementara itu, Pasipersdim 1616/Gianyar, Kapten Czi I Nyoman Wirahadi, membawakan materi tentang dampak LGBT bagi prajurit dan keluarga. Dalam paparannya, ia menyoroti tantangan sosial yang muncul akibat derasnya pengaruh budaya luar yang sering kali tidak sesuai dengan nilai agama maupun adat. “Keluarga adalah benteng utama. Dengan bekal agama yang kokoh dan pengawasan orang tua, generasi muda kita tidak mudah terbawa arus penyimpangan,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Dandim 1616/Gianyar, Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., memberikan penegasan bahwa keluarga prajurit harus menjadi teladan dalam menjauhi minuman keras, narkoba, perilaku seks bebas maupun LGBT. “Dengan pemahaman yang benar, kita harapkan anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan ini berlangsung penuh antusias. Para remaja tampak serius menyimak materi, sementara para orang tua menunjukkan dukungan penuh agar pesan moral yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penyuluhan ini, Kodim 1616/Gianyar berharap lahir kesadaran kolektif di lingkungan keluarga besar TNI untuk bersama-sama menjaga diri dan generasi penerus dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak moral bangsa.
(Pendim 1616/Gianyar)