Gentra News Bali – Seririt, 2/10/2024 – Dalam suasana penuh khidmat, masyarakat Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, bersama tokoh agama dan aparat desa menggelar upacara mecaru di jembatan yang menghubungkan tiga desa. Upacara yang dilaksanakan pada hari Rabu (2/10/2024) ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, melainkan juga sebuah perayaan atas selesainya pembangunan jembatan dan simbol harmoni antara manusia dan alam.
Jembatan yang baru dibangun ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik yang menghubungkan Desa Ringdikit, Desa Loka Paksa, dan Desa Ularan. Lebih dari itu, jembatan ini memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat setempat. Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat, meningkatkan perekonomian, serta mempererat tali silaturahmi antar desa.
Upacara mecaru merupakan ritual penyucian yang bertujuan untuk memohon berkah kepada Sang Hyang Widhi Wasa agar jembatan yang baru ini dapat digunakan dengan aman, nyaman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Dalam upacara ini, berbagai sesaji dan banten disiapkan sebagai persembahan kepada para leluhur dan roh-roh halus yang dipercaya menghuni alam semesta.
Prosesi upacara mecaru diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Jro Mangku Kompyang Dangin. Setelah itu, dilakukan persembahan sesaji di tengah-tengah jembatan. Suasana semakin khidmat dengan iringan gamelan dan mantra-mantra suci yang dilantunkan oleh para pemuka agama.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ringdikit, I Wayan Suardana, menyampaikan bahwa upacara mecaru ini memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat. “Upacara ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga harmoni dengan alam dan sesama manusia. Jembatan ini bukan hanya menghubungkan desa, tetapi juga menyatukan kita sebagai satu kesatuan,” ujar Suardana.
Upacara mecaru ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Babinsa Desa Ringdikit, Koptu I Nyoman Kari, dan Bhabinkamtibmas, Bripka Ketut Galiarta. Kehadiran mereka dalam upacara ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban
Dengan selesainya pembangunan jembatan dan dilaksanakannya upacara mecaru, diharapkan masyarakat di tiga desa yang terhubung ini dapat semakin maju dan sejahtera. Jembatan ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan dalam membangun desa yang lebih baik.
Dalam kesempatan terpisah Danramil 1609-03/Seririt, Kapten Inf I Putu Suratnya menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam upacara mecaru ini merupakan wujud nyata dari sinergitas TNI dengan masyarakat. Kami berharap, melalui kegiatan seperti ini, tali silaturahmi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta kondisi yang aman dan kondusif. Tagasnya
Rossa