Paruman Agung Desa Adat Banyuasri Bahas Kas Desa, Babinsa Tunjukkan Dukungan Musyawarah Krama”

 

Buleleng — Suasana penuh kebersamaan dan keterbukaan mewarnai pelaksanaan Paruman Agung Desa Adat Banyuasri yang digelar pada Minggu (5/1/2026) pagi di Wantilan Desa Adat Banyuasri, Jalan PB Sudirman. Paruman ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transparansi pengelolaan kas Desa Adat sebagai bentuk pertanggungjawaban prajuru kepada krama desa.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dihadiri sekitar 450 krama Desa Adat Banyuasri, serta dihadiri unsur prajuru desa adat, lurah, tokoh masyarakat, Babinsa Kelurahan Banyuasri Serma Saroni, Bhabinkamtibmas Aiptu Made Styawan, dan pecalang desa adat.
Sebagai forum musyawarah tertinggi Desa Adat, Paruman Agung membahas secara mendalam laporan pertanggungjawaban keuangan desa, mulai dari penerimaan hingga pengeluaran kas desa yang dipaparkan langsung oleh bendahara (petengen) Desa Adat Banyuasri. Hal ini bertujuan menjamin pengelolaan keuangan desa adat yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, paruman juga merumuskan perencanaan dan penggunaan anggaran untuk program-program prioritas desa adat, termasuk pembiayaan kegiatan adat, upacara keagamaan, pembangunan pura, serta pemeliharaan aset desa adat. Krama desa turut dilibatkan aktif dalam pengawasan pelaksanaan program dan penggunaan kas desa. Paruman Agung juga menjadi wadah penetapan dan penyesuaian perarem (aturan desa adat) sebagai pedoman pengelolaan keuangan desa agar selaras dengan dinamika dan kebutuhan Desa Adat Banyuasri.

Seluruh rangkaian kegiatan Paruman Agung berakhir pada pukul 11.15 WITA dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *