Gentra News NTB – Dompu, Kegiatan Penyuluhan Tentang Posyandu, Stunting, Posbindu dan Pelayanan Dukcapil Dalam Rangka Kegiatan non fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 ta 2024 di Wilayah Teritorial Kodim 1614/Dompu, Jum’at (31/05/2024) Pukul 09.00 Wita.
Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Madaprama Kecamatan Woja Kabupaten Dompu dengan Narasumber Ibu Dewi Indriani, S.Km, Amirudin S.Gz dan Addissya Citta, S.Kep.Nes.
Hadir dalam kegiatan.
Dandim 1614/Dompu diwakili oleh Pasi Ter Kodim 1614/Dompu Lettu Inf Hamzah,
Ahli Muda Aminudin, S.Gz, dari Dinkes Kabupaten Dompu,
Kadis Dukcapil, Drs. Abdul Majid, Kepala Desa Madaprama Ilham, S.Pd,
Babinsa Desa Madaprama Sertu Irfan, Babinkamtibmas Desa Madaprama Bripka Rijaidin, Para Kadus Se-Desa Madaperama.
Kegiatan penyuluhan di awali dengan Doa yang dipimpin oleh Bapak H Husrin, S.Pd.
Sambutan Dandim 1614/Dompu yang disampaikan oleh Pasi Ter Kodim 1614/Dompu Lettu Inf Hamzah.
Alhamdulillah pada kesempatan kita sama-sama hadir di Gedung Serbaguna Desa Madaprama ini dalam rangka mengikuti Penyuluha Posyandu, Stunting, Posbindu dan Pelayanan Dukcapil Dalam Rangka Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 ta 2024 di Wilayah Teritorial Kodim 1614/Dompu.
Untuk diketahui bersama dengan koordinasi yang intens bersama Bapak Kepala Desa Madaprama begitu antusiasnya bagi masyarakat sangat mudah memiliki legalitas KTP dan Akte kelahiran yang jelas, apalagi menjelang Pilkada di bulan November mendatang.
Pasi Ter Kodim 1614/Dompu Lettu Inf Hamzah juga menyampaikan salam hormat dan mohon maaf Bapak Dandim 1614/Dompu yang tidak bisa hadir di acara ini karena beliau baru pulang dari Bali.
Sambutan Kadis Dukcapil, Drs. Abdul Majid.
Sebelumnya tahun 2020 kami sudah melakukan pelayanan langsung di sini dan hari ini momen yang paling baik karena bersama kegiatan TMMD, kita bisa berkolaborasi dengan TNI, Kami yakin dan percaya bahwa masih banyak masyarakat Desa Madaprama ini yang sampai hari ini belum lengkap dokumen kependudukannya, untuk itu kami dari Dinas Dukcapil langsung bergerak untuk memenuhi hak Sipil masyarakat Desa Madaprama, karena dokumen administrasi kependudukan ini sangat banyak jadi pengurusannya mulai dari kelahiran, pindah penduduk dan meninggal dunia, Itu harus dilaporkan kepada Dinas Dukcapil.
Kadis Dukcapil Drs. Abdul Majid juga menyampaikan, jangan kaget kalau orang meninggal 10 tahun yang lalu masih ada panggilan sebagai pemilih, masih ada namanya di DPKS, hari ini kalau masih ada keluarga kita yang namanya ada dalam panggilan pemilih masih mendapatkan bantuan sosial caranya melaporkan tanggal kematiannya kepada Dinas Capil lampirkan dengan surat keterangan dari Kepala Desa dan jangan khawatir bagi yang menerima bantuan sosial akan digantikan oleh Kepala Keluarga berikutnya, jadi kalau Bapaknya meninggal jangan khawatir tidak ada bantuan bahkan digantikan oleh istrinya atau ibunya dan itu akan menjadi kepala keluarga baru.
Hari ini kami akan melaksanakan tugas pelayanan untuk memenuhi fasilitas pelayanan dokumen kependudukan hinga untuk anak-anak yang baru lahir sampai dengan usia di bawah 17 tahun bisa kita berikan satu identitas anak kalau sudah 17 tahun akan diterbitkan kartu tanda penduduk (KTP) dan ada juga penerbitan surat pindah.
Sambutan Kepala Desa Madaprama Ilham, S.Pd.
Hari ini kita hadir ditempat ini adalah untuk memenuhi acara Penyuluhan Tentang Posyandu, Stunting, Posbindu dan Pelayanan Dukcapil Dalam Rangka Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 ta 2024 di wilayah teritorial Kodim 1614/Dompu.
Kegiatan TMMD baik yang fisik maupun non fisik, untuk kegiatan fisik kini sudah hampir selesai/finishing. Kegiatan pembangunan renovasi Mushola As-Salam, Pembuatan Jalan Ekonomi, Jembatan usaha tani, Sumur Bor Air Bersih, Sejumlah Bak Sampah dan MCK 12 unit. Kemudian kegiatan selanjutnya adalah berkaitan dengan penyuluhan, sudah sekian kali di selenggarakan penyuluhan yang di mana pada saat ini kita dihadapkan dengan kegiatan Penyuluhan Tentang Posyandu, Stunting, Posbindu dan Pelayanan Dukcapil Dalam Rangka Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 ta 2024 di wilayah teritorial Kodim 1614/Dompu.
Kaitan dengan pelayanan yang menyangkut mengenai identitas KTP, KK dan lain-lain akan dilaksanakan setelah penyuluhan.
Penyampaian materi Posyandu oleh Ibu Dewi Indriani, S.Km.
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana.
Adapun Tujuan utama dalam kegiatan Posyandu ini adalah. -Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian (Ibu hamil), melahirkan dan nifas.
-Membudayakan NKBS -Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera. -Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga.
-Gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
Kelima program Posyandu tersebut adalah meliputi perbaikan gizi termasuk paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT), kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, dan penanggulangan penyakit diare (P2-Diare).
Tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Berbeda dengan Puskesmas yang memberikan pelayanan setiap hari, Posyandu hanya melayani setidaknya 1 kali dalam sebulan.
Materi tentang Stunting oleh Amirudin S.Gz.
Apa yang dimaksud dengan Stunting, Stunting dapat didefinisikan sebagai gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan masalah gizi kronis sejak anak masih berada dalam kandungan. Umumnya gejala stunting baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Stunting merupakan parameter pertumbuhan anak berdasarkan tinggi badan.
Berbagai faktor yang dapat menyebabkan Stunting, yaitu :
-Kekurangan asupan nutrisi selama proses kehamilan hingga anak lahir.
-Kondisi sanitasi tempat tinggal yang buruk sehingga ibu hamil atau menyusui kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum atau kebutuhan mandi cuci kakus MCK.
-Keterbatasan fasilitas kesehatan untuk mendukung kebutuhan ibu hamil, bayi dan ibu menyusui.
-Anak-anak terserang infeksi sejak didalam kandungan atau ketika baru lahir sehingga pertumbuhan tinggi badannya terhambat.
-Perubahan hormon pada ibu hamil atau bayi yang berimbas pada laju pertumbuhan.
-Ikatan emosional antara orang tua dan anak kurang kuat.
Adapun cara mengenali ciri ciri Anak Stunting.
*Tinggi badan anak tergolong pendek dibandingkan rata-rata tinggi badan anak seusianya.
*Meskipun proporsi tubuh tampak normal, penampilan anak terlihat lebih muda daripada usia sebenarnya.
*Pertumbuhan gigi tergolong lambat.
*Persebaran lemak pada tubuh tidak merata sehingga ada bagian tubuh yang tampak lebih berlemak.
*Saat memasuki usia sekolah anak akan kesulitan berkonsentrasi ketika belajar atau melakukan aktivitas lainnya.
*Anak yang stunting memiliki keterbatasan daya ingat.
*Masa pubertas juga berlangsung terlambat.
Dampak Stunting pada anak, Kondisi kognitif, anak menjadi lemah dan psikomotoriknya terhambat, anak sulit mencerna pelajaran dan susah mengembangkannya. Tingkat intelektual lebih rendah dibandingkan dengan ana-anak yang tumbuh maksimal. Dimasa depan anak stunting lebih mudah mengalami penyakit generatif (penyakit yang muncul karena pertambahan usia). Kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah, sehingga mempengaruhi perkembangan suatu Negara.
Cara Efektif Untuk Pencegahan Stunting.
Mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil sejak kandungan masih beberapa Minggu.
Rajin memeriksakan kandungan ke dokter.
Ibu hamil rajin menjaga kondisi psikis.
Kondisi lingkungan harus bersih.
Rajin kontrol kesehatan.
Sigap memberikan makanan pendamping ASI bila anak telah lahir dan sesuai ketentuan.
Mengatasi segala penyakit secara intensif.
Koordinasi pemerintah pusat dan daerah harus lancar dalam pemenuhan pengadaan fasilitas kesehatan.
Layanan Kesehatan seperti Posyandu harus rutin dilaksanakan.
Kerjasama dengan Masyarakat, mitra kerja.
Melakukan sosialisasi tentang bahan makanan alternatif kaya gizi dan dapat diolah.
Menyebarluaskan informasi tentang cegah stunting secara gencar.
Posbindu disampaikan oleh Narasumber Addissya Citta, S.Kep, Nes.
Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor risiko PTM terintegrasi (Penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker) serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu. Posbindu PTM adalah bentuk peran serta masyarakat (kelompok masyarakat, organisasi, industri, kampus, instansi, sekolah dll) dalam upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor risiko penyakit tidak menular secara terpadu.
Tujuan, Sasaran dan Manfaat Penyelenggaraan Kegiatan Posbindu PTM. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Dengan sasaran Kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 15 tahun keatas. Pada orang sehat agar faktor risiko tetap terjaga dalam kondisi normal. Pada orang dengan faktor risiko adalah mengembalikan kondisi berisiko ke kondisi normal. Pada orang dengan penyandang PTM adalah mengendalikan faktor risiko pada kondisi normal untuk mencegah timbulnya komplikasi PTM.
Perbedaan Posyandu Lansia dan Posbindu. Perbedaan terutama pada sasaran. Pada Posyandu mencakup bayi, balita, Ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, serta wanita usia subur. Sedangkan sasaran usia Posbindu Kelompok Masyarakat Sehat, Berisiko dan Penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 15 tahun keatas.
Pemberian piagam penghargaan dari Dandim 1614/Dompu kepada Jafung Nutrisionist Ahli Muda Dikes Kabupaten Dompu Bapak Aminudin S.Gz.
Penyerahan KIA, KTP, KK dan Akte Kelahiran secara simbolis oleh Kadis Dukcapil Drs. Abdul Majid kepada masyarakat Desa Madaprama.
Penyuluhan Tentang Posyandu, Stunting, Posbindu dan Pelayanan Dukcapil adalah bentuk kegiatan Nonfisik Dalam Rangka Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 120 ta 2024 di wilayah Kodim 1614/Dompu.
Dalam pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Tentang Posyandu, dan Stunting, adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah stunting pada anak dapat dilakukan secara mudah mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga.
(Pendim1614)

