NTT-Kefamenanu., Senin, 14 Juli 2025., Komandan Kodim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., menghadiri secara langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Turangga Tahun 2025., Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mapolres TTU, Kelurahan Kefa Tengah, Kec. Kota Kefamenanu ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam menunjukkan keseriusan penegakan disiplin berlalu lintas di wilayah Kab. Timor Tengah Utara. bukan sekadar simbol seremonial, tetapi bentuk nyata dukungan TNI dalam menjaga keselamatan lalu lintas dan ketertiban masyarakat di wilayah perbatasan.
Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., ini mengusung tema strategis: “Tertib Berlalu Lintas Demi Mewujudkan Indonesia Emas.” Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati TTU Drs. Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Ketua DPRD, Kepala Jasa Raharja, hingga perwakilan organisasi masyarakat dan tokoh agama. Apel gelar pasukan diikuti lebih dari 9 kelompok satuan, terdiri dari TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, hingga unsur masyarakat.
Dalam amanat Kapolda NTT yang dibacakan oleh Pimpinan Apel, ditegaskan bahwa peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas adalah bagian dari misi besar menuju Indonesia Emas. Meski angka kecelakaan menurun menurut data IRSMS Ditlantas Polda NTT, lonjakan pelanggaran lalu lintas sebesar 66% menjadi perhatian serius. Untuk itu, operasi Turangga digelar sebagai bentuk implementasi nyata semangat presisi Polri, didukung penuh oleh TNI dan pemerintah daerah.
Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., dalam keterangannya menegaskan bahwa TNI selalu siap bersinergi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Kodim 1618/TTU akan terus mendukung upaya Polres dalam mewujudkan masyarakat yang sadar hukum dan tertib berlalu lintas, dan mendukung penuh setiap operasi yang bersifat preventif, edukatif, dan represif terukur demi menyelamatkan nyawa masyarakat, tegasnya.
Lanjutnya Bahwa disiplin berlalu lintas adalah cerminan kualitas peradaban bangsa. Oleh karena itu, penting bagi aparat TNI-Polri tidak hanya menjadi pengawas, namun juga contoh nyata dalam perilaku berkendara. “Kita ingin masyarakat tidak hanya takut karena razia, tapi sadar bahwa keselamatan mereka adalah prioritas,” tutup Dandim 1618/TTU.
Apel gelar pasukan ini bukan sekadar pembukaan operasi, tetapi momentum strategis yang memperkuat semangat kolektif dalam menciptakan tata kelola lalu lintas yang tertib, berbudaya, dan berkelanjutan. Dengan sinergitas solid antara TNI-Polri dan masyarakat, Kabupaten TTU optimis dapat menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045.
(Pendim 1618/TTU)