TNI Hadir di Sawah: Sertu Arnoldus Seba Bersama Poktan Bina Daya Lawan Hama Walang Sangit

Wujud Kemanunggalan TNI-Rakyat, Babinsa Bantu Kendalikan Hama di Lahan Pertanian
Pagi itu, udara di Desa Fatamari masih terasa segar ketika derap langkah Sertu Arnoldus Seba, Babinsa Koramil 1602-02/Wolowaru, memasuki area persawahan. Dengan semangat kebersamaan, beliau bergabung bersama anggota Kelompok Tani Bina Daya untuk melakukan penyemprotan hama walang sangit—hama yang kerap menjadi momok bagi para petani karena mampu merusak hasil panen.

Di tengah lumpur dan semilir angin sawah, kehadiran Babinsa bukan hanya soal seragam loreng atau sekadar menjalankan tugas formal, tetapi tentang kepedulian yang nyata. Ia menjadi simbol bahwa negara tidak tinggal diam terhadap kesulitan rakyatnya. Bahwa TNI, khususnya Babinsa, bukan hanya menjaga batas negeri, tapi juga menjaga harapan para petani.

Melalui kegiatan ini, Babinsa memberikan pesan kuat: ketahanan pangan bukan sekadar program, tapi perjuangan bersama. Petani adalah pahlawan tanpa pangkat, dan Babinsa adalah sahabat yang setia berjalan di samping mereka.

Kegiatan penyemprotan hama, pemantauan wilayah, dan komunikasi sosial yang dilakukan hari ini adalah bentuk dari pengabdian sejati—pengabdian tanpa pamrih demi terciptanya kemanunggalan TNI dan rakyat.

> “Kami datang bukan untuk menggantikan, tapi untuk membersamai. Karena sawah ini bukan hanya ladang padi, tapi ladang harapan bagi keluarga dan masa depan,” tutur Sertu Arnoldus kepada petani setempat.

Semangat gotong royong dan kebersamaan ini menjadi contoh bahwa membangun negeri bisa dimulai dari hal sederhana: membantu rakyat di sawah, mendengarkan keluh kesah, dan hadir saat mereka membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *