gentra • Jan 04 2024 • 26 Dilihat
Gentra News NTT – KEFAMENANU, Personil Kodim 1618/TTU, ikut serta Dalam Rangka Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana yang bertempat di Lapangan Apel Polres TTU,Jl. Prof. Dr. W.Z Yohanes, Kefamenanu Tengah, Kec. Kota Kefamenanu, Kab. TTU, Kamis 04/01/2024.
Dalam apel tersebut, turut hadir tokoh-tokoh penting di tingkat Kabupaten TTU, seperti Ketua DPRD TTU, Wakil Bupati TTU, Kasdim 1618/TTU, Danki C 744/SYB, Ketua Pengadilan Negeri Kefamenanu, Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Dis Hub Kab. TTU, Kasatpol PP Kab. TTU, Kepala BPBD Kab. TTU, Kadis Sosial Kab. TTU, dan Kadis Kesehatan Kab. TTU.
Dalam kegiatan tersebut Dandim 1618/TTU, yang di Wakili oleh Plh Kasdim 1618/TTU, Mayor Inf Ngakan Made Marjana S.Pd, menyampaikan, “Kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan kesiapan pasukan dalam menghadapi potensi bencana di tahun 2024. Keberadaan tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor pemerintahan dan lembaga di Kabupaten TTU juga menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.”
Apel Pasukan Siaga Bencana tersebut tidak hanya menunjukkan keseriusan dalam penanganan bencana, tetapi juga mencerminkan sinergi antara unsur militer, kepolisian, dan pemerintah daerah. Keberadaan para pejabat tinggi di acara tersebut menandakan dukungan penuh terhadap upaya preventif dan responsif terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
Peningkatan kesiapsiagaan ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak bencana dan melindungi keamanan serta kehidupan warga. Diharapkan, melalui kolaborasi ini, Kabupaten TTU dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan bencana alam.
Hal yang senada yang di sampaikan Oleh Kapolres TTU, yang di wakili oleh, Wakapolres TTU, Kompol Matheus Anus S.H., M.H., yang inti nya, Menyampaikan, Memasuki musim penghujan seperti saat ini potensi terjadinya bencana alam sangat besar, untuk itu perlu adanya peran dan partisipasi kita semua dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.
Sebagaimana amanat undang-undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan Bencana, bahwa penanggulangan bencana merupakan urusan semua pihak, walaupun sebagai penanggung jawab adalah pemerintah.
Namun demikian masyarakat sebagai garda terdepan jika terjadi bencana, maka perlu ditingkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Bahwa pelaksanaan apel siaga bencana yang dilakukan oleh TNI-POLRI dan pemerintah, bersama-sama dengan instansi terkait sebagai wujud nyata sinergitas kesiapsiagaan dalam rangka siaga bencana di tahun 2024. Bencana alam terjadi secara mendadak dan tidak dapat diprediksi. Karena itu perlu adanya kelancaran komunikasi dan koordinasi antar-lintas pemangku kepentingan sehingga penanganan yang cepat bila terjadi bencana dapat dilakukan secara
Серат dan bermanfaat, sehingga hal- hal yang lebih buruk tidak terjadi.
Sementara itu Juga perlu untuk diketahui,
Beberapa kejadian bencana yang terjadi di
Wilayah Kabupaten TTU, Pada tahun 2015, telah terjadi kebakaran hutan di wilayah kec. Insana utara dan kec. Naibenu, luas hutan yang terbakar di perkitakan 17 hektar di wilayah insana utara dan 2 hektar di wilayah kec. Naibenu.,
Pada tahun 2020, telah terjadi bencana angin puting beliung di wilayah kec. Boboki utara., Bencana penyebaran covid-19 yang melanda dunia, dan telah merenggut banyak nyawa manusia termasuk wilayah kita, bahkan timbul parian-parian baru yang sulit terdeksi perkembangannya
Pada tahun 2021, telah terjadi badai seroja yang terjadi di wilayah ntt, termasuk di wilayah kab. Ttu, akibatnya puluhan rumah warga terendam banjir, lahan pertanian menjadi rusak, banyak warga yang mengungsi, hewan ternak terbawa banjir, kerugian pun mencapai milirian rupiah
Pada tanggal 31 oktober 2022, telah terjadi banjir di kelurahan maubeli. Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir yang mengakibatkan 23 kk terdampak banjir dan 1 orang meninggal dunia
Pada hari kamis tanggal 2 maret 2023, telah terjadi kebakaran lapak di perempatan terminal kab. Ttu, yang mengakibatkan 12 pemilik lapak menjadi korban kebakaran tersebut.
Dampak dari bencana tersebut di atas
Menimbulkan kurugian yang besar yang terjadi pada masyarakat, rasa trauma yang mendalam, rasa takut yang kalau akan terjadi bencana yang lebih besar, untuk itu perlu langkah kongkrit dan nyata serta kerjasama seluruh pihak / stakeholder
Guna mengantisipasi timbulnya kejadian
Bencana, mengingat perubahan iklim dan kejadian bencana tidak dapat diprediksi.
(PENDIM 1618/TTU).
NTT–Kefamenanu., Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Maubesi, Kecamatan Insana Tengah, K...
NTT-Kefamenanu., Keseriusan Kodim 1618/TTU dalam mengawal program penguatan ekonomi desa kembali ter...
NTT-Kefamenanu., Kehadiran TNI di wilayah perbatasan kembali memberikan dampak nyata bagi percepatan...
NTT-Kefamenanu., Dalam upaya mendorong percepatan pembangunan sekaligus memperkuat kemandirian ekono...
NTT-Kefamenanu., Program Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1618/TTU ke-127 Tahun Anggara...
NTT-Kefamenanu., Komando Distrik Militer (Kodim) 1618/TTU kembali menegaskan perannya sebagai garda ...
Gentra News Bali – Untuk mewujudkan Kamtibmas dan Kamtibcar Lantas tetap terpelihara aman dan kondusif dipagi hari, seluruh personel Polre...
Gentra News Bali – Klungkung,- Suasana tenang di rumah I Dewa Nyoman Arsana ( 64 tahun ) salah satu warga dusun Getakan, desa Getakan, kec...
Gentra News Bali – Denpasar, Komandan Korem 163/Wira Satya Brigjen TNI Agus M. Latif memimpin acara penyerahan tugas, wewenang dan tanggun...
Gentra News Bali – Polda Bali, Polres Bangli,Polres Bangli setelah apel pagi, Guna menciptakan lingkungan yang sehat serta menjaga kebers...
Gentra News Bali – Jembrana, Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si. memimpin tatap muka dan arahan dengan personil Satf...

No comments yet.