Gentra News NTB – Dompu, Komandan Kodim 1614/Dompu Letkol Kav Riyan Oktiya Virajati S.T., M.M dalam acara silaturahmi dengan sejumlah wartawan, ini poin penting hasil pembahasan tersebut, Sabtu (13/01/2024) Pukul 09 30 Wita.
Selaku anggota Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Dompu yang disampaikan melalui awak media bahwa,
agar dapat menjadi petani yang maju dan sejahtera, petani di Kabupaten Dompu ini harus berpikir rasional dan meninggalkan pemikiran yang natural.
Dandim menjelaskan pemikiran natural yakni pemikiran yang masih menggunakan cara-cara lama berdasarkan tradisi turun temurun tanpa mau melakukan langkah-langkah perubahan. Sedangkan pemikiran rasional yakni pemikiran cerdas yang inovatif dan kreatif mengikuti perkembangan zaman.
Dicontohkan Perwira Menengah TNI yang berpendidikan Sesko di Jerman ini dalam hal bercocok tanam. Secara turun temurun petani berpikir bahwa yang ditanam harus jagung dan harus menggunakan pupuk Urea.
“Yang ditanam harus jagung dan harus pakai pupuk urea. Itu namanya pemikiran natural. Ketergantungan petani kita dengan pupuk urea sangat tinggi. Itu namanya pemikiran natural,” jelasnya.
Menurut Dandim, petani bisa memanfaatkan lahan pertaniannya untuk mengembangkan komoditas atau tanaman lain yang lebih produktif, efektif, efisien dan sekaligus melestarikan lingkungan. Di sisi lain tanaman produktif dimaksud tidak banyak menggunakan pupuk kimia yang berharga mahal dan susah diperoleh.
Dandim menyebut salah satu contohnya yakni penanaman tebu. Tebu tidak banyak menggunakan pupuk dan bisa dipanen berkali-kali. Di sisi lain pemasarannya sangat menjanjikan. PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) siap membeli tebu dari masyarakat.
Menurut Dandim, petani harus banyak berkonsultasi dengan para penyuluh (PPL) dan UPTD Pertanian agar bisa melakukan improvisasi dan inovasi terkait teknologi di bidang pertanian ini. Dandim mencontohkan lagi tentang pemanfaatan pupuk kandang sebagai solusi dalam mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi dari pemerintah.
(Pendim1614)
No comments yet.