BULELENG – Semangat swasembada pangan terus digelorakan di tingkat desa. Sebagai bentuk nyata dukungan TNI AD terhadap program Ketahanan Pangan (Hanpangan) Nasional, Babinsa Sanggalangit Sertu Putu Eka Erawan terjun langsung mendampingi petani dalam proses masa tanam.
Pada Selasa pagi (20/12/2025), suasana di hamparan Subak Tukadpule, Desa Sanggalangit, tampak berbeda. Sejak pukul 08.00 WITA, personel Babinsa Sanggalangit sudah berada di tengah sawah, menyingsingkan lengan baju untuk membantu proses penanaman padi bersama warga setempat.
Kegiatan pendampingan kali ini menyasar lahan pertanian milik Bapak Putu Wenten (55), seorang petani tangguh asal Banjar Dinas Tukadpule. Di atas lahan seluas 50 are, Babinsa bersama pemilik lahan dan 11 orang warga masyarakat bahu-membahu menanam bibit padi varietas Ciherang.
Varietas Ciherang dipilih karena dikenal memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan menghasilkan produktivitas gabah yang tinggi, sehingga diharapkan dapat mendongkrak ekonomi keluarga petani di Desa Sanggalangit.
Kehadiran Babinsa di tengah sawah bukan sekadar bantuan tenaga, melainkan simbol kehadiran negara dalam mengawal ketersediaan pangan dari hulu.
“Kami hadir untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para petani. Dengan pendampingan yang intensif, kita berharap kendala di lapangan dapat segera teratasi, sehingga target panen yang maksimal bisa tercapai,” ujar Babinsa Sanggalangit di sela-sela kegiatannya.
Bapak Putu Wenten selaku pemilik lahan mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Menurutnya, pendampingan ini membuat pekerjaan yang berat terasa lebih ringan karena dikerjakan dengan sistem gotong royong.
“Saya merasa sangat senang dan bangga. Bapak Babinsa tidak ragu untuk turun ke lumpur bersama kami. Ini memacu semangat kami para petani untuk terus mengelola lahan dengan maksimal,” ungkap Putu Wenten.
Kegiatan yang berakhir dengan aman dan lancar ini diharapkan dapat mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memastikan Desa Sanggalangit tetap menjadi salah satu lumbung pangan yang diandalkan di wilayahnya.
No comments yet.