Sukasada, 22 Januari 2026 —Sebagai wujud penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa pejuang bangsa, Kodim 1609/Buleleng melalui Koramil 1609-05/Sukasada melaksanakan Upacara Pemakaman Militer yang dirangkaikan dengan Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) terhadap almarhum I Wayan Ratep, anggota LVRI Ranting Kecamatan Sukasada, bertempat di rumah duka dan setra adat Wanagiri, Banjar Dinas Asah Panji, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan diawali pada pukul 06.00 Wita dengan prosesi upacara adat di rumah duka. Almarhum I Wayan Ratep (NVP: 13.037.355) meninggal dunia pada Jumat, 16 Januari 2026 di rumahnya karena sakit dan faktor usia lanjut. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tokoh masyarakat serta pendiri Desa Wanagiri yang sangat dihormati dan disegani oleh warga setempat.
Upacara Pemakaman Militer diselenggarakan oleh Kodim 1609/Buleleng dengan Danramil 1609-05/Sukasada Kapten Inf I Nyoman Arya Kepakisan bertindak sebagai Inspektur Upacara, serta Peltu I Ketut Serangan sebagai Komandan Upacara.
Babinsa Desa Wanagiri Pelda I Made Suradnya bersama Bhabinkamtibmas Desa Wanagiri Aipda I Komang Restika Yadnya turut melaksanakan pengamanan, monitoring, dan pendampingan kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan tertib dan lancar.
Pada pukul 07.30 Wita, prosesi pemberangkatan jenazah secara militer dilaksanakan dari rumah duka menuju pemakaman umum/setra adat Wanagiri. Setibanya di lokasi pemakaman, dilakukan kembali prosesi perabuan jenazah secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara atas pengabdian almarhum dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah prosesi militer selesai, jenazah almarhum diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dilanjutkan dengan upacara adat Ngaben sesuai dengan tradisi dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Ribuan masyarakat Desa Wanagiri dan sekitarnya tampak hadir dan mengikuti jalannya upacara dengan penuh khidmat. Antusiasme dan kehadiran masyarakat menunjukkan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sosok pejuang dan panutan yang memiliki peran besar dalam sejarah terbentuknya Desa Wanagiri.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.08 Wita dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar, berkat sinergi TNI, Polri, aparat desa, serta partisipasi masyarakat.
No comments yet.