Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 16.20 Wita, sekelompok warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, melakukan aksi menanam pohon pisang di beberapa titik jalan lintas Tente-Pardo yang sudah lama rusak. Aksi ini dipimpin oleh Suherman dan diikuti sekitar enam orang sebagai bentuk protes kepada pemerintah daerah yang belum juga memperbaiki jalan tersebut, yang kerap menyebabkan kecelakaan.
Dalam tuntutannya, warga meminta kepada pemerintah Kabupaten Bima agar segera melakukan perbaikan jalan rusak yang menjadi jalur vital antar desa. Mereka juga mengancam akan melakukan pemblokiran jalan jika tuntutan tersebut tidak segera direspon. Penanaman pohon pisang dilakukan sebagai simbol ketidakpuasan dan upaya menarik perhatian pemerintah agar segera bertindak.
Babinsa Desa Sakuru, Serda Sulaiman, tiba di lokasi aksi pada pukul 16.30 Wita dan segera memberikan himbauan agar warga tidak melakukan pemblokiran yang dapat mengganggu aktivitas pengguna jalan lain. Setelah mendapat himbauan, warga kemudian membubarkan diri dengan tertib dan aman. Saat berita ini dibuat, pohon pisang yang ditanam masih berada di jalan meski kondisi tersebut tidak sepenuhnya menghalangi kendaraan melintas.
Suhu kondusif tetap terjaga di lokasi meskipun aksi protes tersebut berlangsung dengan ketegangan yang minim. Babinsa terus melakukan komunikasi dan sosialiasi dengan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan, serta menghindarkan jalur lintas dari kemacetan yang berlebihan.
Aksi ini menjadi gambaran nyata kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah, terutama dalam hal perbaikan infrastruktur yang sangat mereka butuhkan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Masyarakat berharap pemerintah bisa segera menanggapi dan memperbaiki jalan lintas tersebut agar kondisi tidak semakin memburuk.
No comments yet.