JEMBRANA – Kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut ditunjukkan secara nyata oleh Babinsa Desa Penyaringan, Serka Nyoman Agus Mahendra. Bersama jajaran Bhabinkamtibmas dan warga setempat, ia mengawal ketat proses evakuasi seekor Paus Sperma Kerdil (Kogia Sima) yang terdampar di Pantai Br. Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Selasa (27/01/2026).
Mamalia laut langka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan lokal, Widiarsana (51), dalam kondisi lemas namun masih hidup. Mengetahui laporan tersebut, Serka Nyoman Agus segera menuju lokasi untuk memastikan keamanan satwa dan mengoordinasikan langkah penyelamatan dengan pihak terkait.
“Kami memastikan agar kondisi di sekitar lokasi tetap kondusif sehingga ikan tidak stres sebelum tim ahli tiba. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga segala potensi di wilayah, termasuk kelestarian satwa dilindungi,” ujar Serka Nyoman Agus Mahendra.
Setelah berkoordinasi dengan jaringan relawan, tim Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dari Buleleng tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan medis awal. Berdasarkan hasil pengukuran, paus tersebut memiliki panjang 210 cm dan diduga mengalami disorientasi navigasi sehingga terdampar di pesisir.
Berkat pengawalan ketat dari Babinsa dan tim gabungan, proses pemindahan paus menuju fasilitas rehabilitasi di Banyuwedang-Buleleng berjalan dengan aman dan lancar.
Kehadiran Babinsa di lokasi tidak hanya memastikan evakuasi teknis berjalan baik, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga sekitar untuk tidak sembarangan menyentuh satwa yang terdampar demi keselamatan bersama.
No comments yet.