JEMBRANA – Babinsa Desa Mendoyo Dauh Tukad, Sertu Suwardi, menunjukkan komitmennya dalam mendukung transparansi tata kelola desa dengan menghadiri kegiatan Paruman Desa Adat di Arena Desa Adat Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Sabtu (31/01/2026).
Kegiatan rutin tahunan ini berfokus pada agenda Laporan/Pisadok Raja Brana Druwen Warsa 2025, yang merupakan bentuk pertanggungjawaban keuangan Prajuru Desa Adat selama satu tahun penuh kepada Krama Desa Adat. Hal ini sejalan dengan amanat Awig-Awig Desa Adat Mendoyo Dauh Tukad Nomor 06/DA.MDH/I/2025.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Suwardi hadir bersama Bhabinkamtibmas Aipda I Putu Suryadi dan Polprades Gusti Ngurah Alit. Kehadiran unsur keamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan musyawarah berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, mengingat pentingnya agenda yang melibatkan sekitar 70 tokoh penting desa.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk mengawal jalannya paruman agar tetap kondusif. Laporan pertanggungjawaban keuangan ini sangat krusial bagi kepercayaan masyarakat (Krama), sehingga transparansi yang ditunjukkan oleh Prajuru Desa harus kita dukung bersama,” ujar Sertu Suwardi di sela-sela kegiatan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Perbekel Desa Mendoyo Dauh Tukad, Jro Bendesa, para Jero Mangku, serta jajaran pengurus LPD, Pecalang, dan Paiketan Krama Istri (Pakis). Laporan yang disampaikan oleh Petengen Desa Adat mencakup seluruh perkembangan kegiatan desa hingga Desember 2025, yang nantinya akan menjadi pedoman acuan kerja bagi Prajuru Desa di masa mendatang.
Kegiatan berakhir dengan situasi yang aman dan tertib, mencerminkan kuatnya sinergi antara aparat kewilayahan dengan masyarakat adat di wilayah Mendoyo Dauh Tukad.
No comments yet.