BULELENG – Di tengah upaya pemerintah daerah menekan angka kasus penularan virus rabies, peran aktif aparat teritorial di tingkat desa menjadi sangat krusial. Pada Senin pagi (9/2/2026), Babinsa Desa Patas, Serka Putu Mudita, turun langsung memantau dan mengawal pelaksanaan kegiatan vaksinasi rabies massal yang menyasar hewan penular rabies (HPR) milik warga setempat.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA ini dipusatkan di GOR Patas, Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Pemusatan lokasi ini dilakukan guna mengefektifkan pelayanan mengingat terbatasnya jumlah personel medis yang bertugas di lapangan.
Tim kesehatan hewan dari Kecamatan Gerokgak yang dipimpin oleh Drh. Yuda bersama satu orang asisten, bekerja ekstra keras melayani warga yang datang membawa hewan peliharaan mereka, mulai dari anjing hingga kucing.
Menurut Drh. Yuda, pemberian vaksin ini merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai penularan rabies di wilayah Buleleng, khususnya di Kecamatan Gerokgak.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan kekebalan kelompok pada hewan peliharaan warga. Dengan vaksinasi berkala, kita bisa menekan risiko fatalitas akibat gigitan anjing yang terinfeksi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Kehadiran Serka Putu Mudita tidak hanya sekadar memantau keamanan. Ia tampak aktif memberikan imbauan kepada warga agar tidak ragu memvaksinasi hewan peliharaannya. Menurutnya, kesadaran masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini.
“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Mengingat petugas yang terbatas, kami membantu mengatur antrean warga agar proses penyuntikan berjalan cepat. Ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan dan keselamatan warga Desa Patas dari ancaman bahaya rabies,” tegas Serka Putu Mudita.
Meskipun kegiatan dipusatkan di satu titik (GOR Patas), antusiasme warga Banjar Dinas Mekar Sari dan sekitarnya terbilang tinggi. Warga mulai berdatangan sejak pagi dengan membawa hewan kesayangan mereka menggunakan tali pengikat maupun kandang transit.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung dengan situasi yang aman dan kondusif. Langkah jemput bola di tingkat desa seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut agar Kabupaten Buleleng benar-benar bebas dari ancaman rabies di masa depan.
No comments yet.