KODIM 1605/BELU, Babinsa Desa Loonuna Koramil 1605-03/Weluli menyampaikan kegiatan menenun kain tenun merupakan salah satu pekerjaan yang sangat bernilai positif guna melestarikan budaya lokal agar tetap terjaga kelestariannya, oleh karena itu ketrampilan seperti ini jangan sampai punah.
Hal itu disampaikan Babinsa Kopda Caitano Noronha Dos Santos saat melaksanakan komsos dan melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun oleh Mama Margaretha Sose salah seorang pengrajin kain tenun di Dusun Liu, Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Selasa (10/2/2026).
Sebagai Babinsa di wilayah itu, Kopda Caitano Noronha Dos Santos sangat mendukung penuh dan memberikan support kepada warga di wilayah binaannya dalam pengembangan ketrampilan menenun, karena ketrampilan menenun itu merupakan suatu warisan budaya yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang.
Babinsa Kopda Caitano Noronha Dos Santos sangat mengharapkan agar warga dapat menggunakan waktu yang ada untuk menenun kain adat sehingga bisa di jual agar bisa menambah penghasilan, selain itu Babinsa juga berharap ketrampilan dalam menenun ini dapat diwariskan kepada anak-anak sehingga warisan ini tetap terus dilestarikan.
“Saya berharap masyarakat dapat terus berkarya dan berani berinovasi agar dalat menghasilkan karya tenun yang bernilai ekonomis dan semakin berkembang sehingga bisa unggul dalam berkompetisi dengan produksi tenun yang lain” ucap Kopda Caitano.
Lebih lanjut Ia mengatakan agar para orang tua memberikan support kepada anak-anak untuk bisa melanjutkan tradisi menenun ini, karena kalau tidak diajarkan sejak dini kepada mereka maka kemampuan untuk menenun kain adat lama-lama akan hilang sehingga tidak ada lagi generasi penerus yang dapat melanjutkan keterampilan menenun tersebut.
“Saya mengajak masyarakat untuk bagaimana meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan hal ini harus diwariskan terus ke generasi berikutnya” pungkas Babinsa.
No comments yet.