Gianyar — Tampaksiring, Selasa (10/2/2026) Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, menjaga bahasa dan budaya daerah menjadi pondasi penting dalam mempertahankan jati diri bangsa. Semangat inilah yang mewarnai pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke VIII Desa Pejeng Tahun 2026 dengan tema “Jagat Kerthi, Jagra Hita Samasta”, yang digelar di Wantilan Pura Nataran Sasih Desa Adat Jro Kuta, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Bali, Babinsa Desa Pejeng Koramil 1616-03/Tampaksiring Serka I Wayan Riasa bersama Bhabinkamtibmas Desa Pejeng Aiptu Ida Bagus Darma Putra turut menghadiri dan mengawal jalannya kegiatan tersebut agar berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali ke VIII ini diisi dengan berbagai perlombaan edukatif, di antaranya Mesatua (bercerita), Sembrama Wecana, serta Nyurat (menulis) Aksara Bali. Perlombaan ini menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan sastra Bali sejak dini.
Suasana kebersamaan dan kegembiraan begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Acara ini dihadiri oleh Perbekel Desa Pejeng, Ketua BPD beserta anggota, Sekretaris Desa Pejeng, Bendesa Adat se-Desa Pejeng, para Klian Dinas dan Klian Adat, Pendamping Lokal Desa, serta Ketua PKK Desa Pejeng.
Dalam sambutannya, Perbekel Desa Pejeng menekankan pentingnya peran keluarga dalam melestarikan bahasa Bali, baik melalui kegiatan mesatua maupun menulis aksara Bali yang adiluhung. Dengan mengusung tema “Jagat Kerthi, Jagra Hita Samasta”, Perbekel mengajak seluruh warga Desa Pejeng untuk terus menjaga persatuan, keharmonisan, serta ketertiban demi terciptanya kenyamanan hidup bermasyarakat.
Melalui kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan budaya ini, sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat semakin terjalin erat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Desa Pejeng.
(Pendim 1616/Gianyar)
No comments yet.