Gianyar – Blahbatuh, Minggu (22/2/2026) Semangat pelestarian bahasa dan budaya Bali kembali bergema melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Desa Belega. Kegiatan yang mengusung tema “Atma Kerthi Udiyana Purnaning Jiwa” ini menjadi wadah memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur. Acara digelar di Wantilan Pura Dalem Kaler Desa Adat Belega, hasil kolaborasi Pemerintah Desa Belega bersama Desa Adat Belega, Selat, dan Pasdalem.
Babinsa Desa Belega Koramil 1616-04/Blahbatuh Serka I Nyoman Mulatra bersama Bhabinkamtibmas Desa Belega Aipda I Ketut Urip Artana menghadiri sekaligus mengatensi jalannya kegiatan guna memastikan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Kehadiran aparat kewilayahan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya Bali di wilayah binaan.
Berbagai lomba digelar untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Nyurat Aksara Bali, Mekendang Tunggal Rejang Dewa, lomba Ngelawar dan membuat Sate Galungan, Mesatua Bali, Mepidarta Bahasa Bali, Jegeg Bagus, hingga lomba Karaoke Lagu Bali. Ragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi budaya dan penguatan nilai tradisi bagi generasi muda.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Blahbatuh I Wayan Gede Eka Putra, S.STP., M.Si., MDA Kecamatan Blahbatuh Cok. Gede Suprapta, Perbekel Desa Belega I Ketut Trisna Jaya, S.S., beserta perangkat desa, Ketua BPD dan LPM, para Bendesa Adat, prajuru adat Belega, Selat, dan Pasdalem, TP PKK Desa Belega, kepala sekolah se-Desa Belega, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat lainnya. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan sinergi kuat dalam menjaga dan memajukan budaya Bali.
Melalui peran aktif Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII di Desa Belega berlangsung aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan jati diri Bali agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
(Pendim 1616/Gianyar)
No comments yet.