KOTA BIMA — Riuh rendah diskusi tentang warisan leluhur mendadak mencairkan suasana di dalam ruangan penuh histografi, Museum Samparaja, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Siang itu, Kamis (25/6/2026), beberapa pelajar dari SMA Kota Bima, hingga perwakilan mahasiswa duduk melingkar dalam sebuah obrolan yang santai namun sarat makna saat Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan S. Kom., M. Sc beserta anggotanya dalam program jumat berkah.
Kehadiran para generasi muda ini bukan tanpa alasan. Mereka tengah asyik bertukar pikiran mengenai pelestarian Budaya Bima. Menariknya, di tengah-tengah lingkaran diskusi tersebut, hadir sosok Komandan Kodim (Dandim) 1608/Bima, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom., M.Sc., yang didampingi oleh Danramil 1608-01/Rasanae, Kapten Inf. Bambang Irawan. Kedatangan perwira menengah TNI ini disambut hangat langsung oleh Ketua Museum Samparaja Bima, Dr. Dewi Ratna Muchlisa, M.Hum.
Pertemuan yang berlangsung tersebut tidak hanya diisi dengan bincang-bincang kebudayaan. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan kepedulian terhadap sesama, agenda yang dikemas dalam program “Jumat Berkah Kodim 1608/Bima” ini juga diwarnai dengan pembagian bingkisan kepada peserta yang hadir, lalu ditutup dengan sesi foto bersama.
Di akhir kegiatan, Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan menyampaikan bahwa esensi dari rangkaian acara ini adalah untuk membangun jembatan emosional yang kokoh antara TNI dan masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa.
”Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata kepedulian sosial dan upaya kami di Kodim 1608/Bima untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan warga. Melalui diskusi budaya di tempat bersejarah seperti Museum Samparaja ini, kami ingin memastikan generasi muda tidak kehilangan akar budayanya, sekaligus menegaskan bahwa TNI selalu hadir di tengah-tengah mereka untuk mendukung dan berbagi,” ujar Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan.
Melalui pendekatan humanis di ruang sejarah ini, Kodim 1608/Bima berhasil membuktikan bahwa menjaga keamanan wilayah tidak melulu soal strategi pertahanan, melainkan juga tentang bagaimana merawat kedekatan sosial dan melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan lokal demi keutuhan bangsa.
No comments yet.