Sumbawa Barat – Danramil 1628-05/Jereweh bersama Babinsa Desa Goa menghadiri kegiatan Festival Muharam 1448 H Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (25/06/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 peserta dan pengunjung. Festival Muharam tahun ini menampilkan 16 Sandro yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai bagian dari pelestarian budaya dan tradisi masyarakat yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa Barat, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Mantan Bupati Sumbawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sumbawa Barat, anggota DPRD, para Kepala OPD, Camat Jereweh, Danramil 1628-05/Jereweh, Kapolsek Jereweh, para Camat se-Kabupaten Sumbawa Barat, perwakilan PT AMNT, para Kepala Desa se-Kecamatan Jereweh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, panitia pelaksana serta masyarakat Desa Goa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan Bupati Sumbawa Barat, dilanjutkan kunjungan ke Stand Me Sura dan Sandro Melala serta ramah tamah bersama masyarakat.
Kehadiran Danramil 1628-05/Jereweh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan, pelestarian budaya daerah serta upaya mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat.
Danramil 1628-05/Jereweh menyampaikan bahwa Festival Muharam merupakan momentum yang sangat positif untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Sumbawa Barat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga memperkuat kebersamaan, menjaga warisan budaya daerah serta meningkatkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Festival Muharam 1448 H menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga tradisi serta membangun kehidupan sosial yang harmonis dan religius.
Kegiatan berakhir pada pukul 22.15 WITA dalam keadaan aman, tertib dan lancar berkat kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya.
No comments yet.