Bima _ Ratusan pelajar dari berbagai desa berkumpul memenuhi lapangan sekolah dengan penuh keceriaan sejak pagi hari. Sebelum menerima pembekalan formal, sebanyak 350 siswa-siswi baru tersebut diajak bergerak bersama mengikuti gerakan lincah Senam Anak Indonesia Hebat. Aktivitas fisik yang dinamis ini sengaja digelar untuk mencairkan suasana sekaligus membangun kedekatan antar-pelajar selama masa orientasi.
Setelah suasana mencair, perhatian para siswa langsung tertuju pada pemaparan mendalam mengenai bahaya perundungan (bullying), baik secara fisik, verbal, sosial, hingga cyber bullying. Penjelasan mengenai dampak trauma psikologis dan penurunan prestasi akademik dikupas tuntas bersamaan dengan pengenalan nilai-nilai Pelajar Pancasila dari sila pertama hingga kelima. Sebagai langkah konkret, diajarkan pula strategi penanganan melalui pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) serta Deklarasi Anti-Kekerasan.
Edukasi ini dirancang agar seluruh siswa memahami dampak buruk perundungan sehingga mampu menghindari tindakan kekerasan di dalam maupun di luar sekolah. Dengan menanamkan rasa saling menyayangi tanpa memandang perbedaan suku, ras, dan agama, kegiatan ini memperkuat jiwa Wira Bhakti atau semangat pengabdian tulus. Nilai kebersamaan dan tolong-menolong ini merefleksikan kembali filosofi luhur “Su’u Sawa’u Sia Sawale” untuk mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan harmonis.
Melihat pentingnya penanaman karakter moral tersebut, agenda berdurasi satu setengah jam ini akhirnya diselesaikan dengan sangat tertib, lancar, dan aman. Seluruh rangkaian pembekalan ini merupakan wujud nyata pemberian Materi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan yang dipimpin langsung oleh Serka Suhardi, Babinsa Desa Risa Koramil 1608-04/Woha. Kegiatan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut sukses diselenggarakan di lapangan SMP Negeri 1 Woha, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima pada Rabu (15/7/2026).













