Utan, Sumbawa – Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, Babinsa Desa Jorok Koramil 1607-09/Utan, Serda Efendi, menghadiri kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan/Tanggap Bencana Skala Lokal yang diselenggarakan di Aula Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Desa Jorok bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa ini bertujuan membekali aparatur desa, relawan, dan unsur masyarakat dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Melalui pelatihan ini diharapkan terbangun budaya sadar bencana sehingga masyarakat mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi keadaan darurat.
Pelatihan dihadiri oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa Dr. Rusdianto AR, M.Pd., Sekcam Utan Mulyadi, anggota BPBD Kabupaten Sumbawa, Plt. Kepala Desa Jorok Hasanudin, Babinsa Desa Jorok Serda Efendi, Bhabinkamtibmas Desa Jorok Aiptu Ardi, Pendamping Desa Dahlia, Ketua BPD Zainal Arifin, para kepala dusun se-Desa Jorok, serta 23 peserta bimbingan teknis.
Dalam sambutannya, Sekcam Utan menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Sumbawa yang telah memberikan pembekalan kepada masyarakat Desa Jorok. Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena materi yang diberikan sangat penting sebagai bekal dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Selain itu, ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Jorok yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Selanjutnya, Plt. Kepala Desa Jorok menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya di bidang penanggulangan bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
Memasuki sesi inti, narasumber dari BPBD Kabupaten Sumbawa memberikan materi mengenai konsep dasar penanggulangan bencana, identifikasi potensi ancaman di lingkungan desa, langkah-langkah mitigasi, prosedur evakuasi, penanganan keadaan darurat, serta pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran masing-masing unsur ketika terjadi bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terarah.
Kehadiran Babinsa Serda Efendi dalam kegiatan tersebut merupakan wujud nyata peran aktif aparat teritorial dalam mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan ketahanan wilayah dari ancaman bencana. Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa tidak hanya menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga berperan sebagai penggerak, motivator, dan pendamping masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Di tempat terpisah, Danramil 1607-09/Utan menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam setiap kegiatan kebencanaan merupakan implementasi sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan desa yang tangguh bencana.
”Kesiapsiagaan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mengurangi risiko bencana. Melalui pelatihan seperti ini, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kesiapan untuk bertindak secara cepat dan tepat apabila terjadi bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Koramil 1607-09/Utan akan terus mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada keselamatan masyarakat, termasuk kegiatan edukasi, pelatihan, maupun simulasi kebencanaan. Menurutnya, sinergi antara TNI, BPBD, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.
Melalui pelatihan ini diharapkan terbentuk sumber daya manusia yang tangguh, memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, serta mampu menjadi pelopor dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di Desa Jorok. Dengan meningkatnya kapasitas masyarakat, desa diharapkan semakin siap menghadapi berbagai ancaman bencana demi mewujudkan lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.
(Pendim 1607/Sumbawa)
Tingkatkan Kapasitas Warga, Babinsa Hadiri Pelatihan Tanggap Bencana di Desa Jorok













