NTT-KUPANG, — Dandim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., menghadiri acara penerimaan 18 mahasiswa Universitas Brawijaya Malang di Makorem 161/Wira Sakti, yang disambut langsung oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono. Kegiatan berlangsung di Aula Sobe Sonbai II Makorem 161/WS, Jalan W.J. Lalamentik, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebufu, Kota Kupang, didampingi Dosen Pendamping Universitas Brawijaya Karuniawan Puji Wicaksono, S.P., M.P., Ph.D. Kegiatan diawali dengan pemutaran video selayang pandang Korem 161/Wira Sakti serta dihadiri Kasrem 161/WS Kolonel Inf Albertus Yostina David Alam, S.Hub., Int., Kasiops Kasrem 161/WS Kolonel Inf Raden Daniel Bakhtiar Kurniawan, S.I.P., Pasiter Kodim 1604/Kupang Mayor Inf. Sudirman, para Pasi Korem 161/WS dan Dantim Intel Korem 161/WS Kapten Nerson Baitanu. Sabtu (15/08/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 161/WS Brigjen TNI Hendro Cahyono memaparkan kondisi wilayah dan demografi Nusa Tenggara Timur, termasuk karakteristik kawasan perkotaan, pedesaan, pesisir hingga wilayah perbatasan. Disampaikan bahwa situasi politik, keamanan dan sosial masyarakat secara umum relatif kondusif, sementara sektor ekonomi masih menghadapi tantangan karena sebagian kebutuhan barang dan bahan produksi bergantung pada pasokan dari luar daerah. Berbagai potensi wilayah terus dikembangkan, meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, ketahanan pangan, rehabilitasi sarana pendidikan, rumah tidak layak huni, pembangunan infrastruktur masyarakat, serta penyediaan air bersih dan sumur bor. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Brawijaya menyampaikan sejumlah gagasan terkait pengembangan produk masyarakat dan UMKM agar tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memiliki strategi pemasaran yang efektif. Pemanfaatan media digital seperti YouTube dan media sosial dinilai dapat memperluas promosi produk lokal, budaya dan potensi daerah hingga ke luar wilayah. Mahasiswa juga membahas pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pakan ternak ayam untuk menekan biaya pemeliharaan, yang perlu didukung dengan sarana, pendampingan teknis dan koordinasi bersama pihak terkait.
Menanggapi hal tersebut, Dandim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., menyambut baik kegiatan audiensi tersebut sebagai sarana membangun komunikasi, bertukar informasi dan memperluas wawasan mengenai kondisi sosial, ekonomi serta pembangunan di wilayah NTT.
Dandim menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda dan kaum intelektual diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui gagasan yang konstruktif dan pemahaman terhadap kondisi daerah secara langsung. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Universitas Brawijaya di wilayah NTT. Sinergi antara mahasiswa, TNI, pemerintah dan masyarakat perlu terus dibangun untuk mendorong berbagai potensi daerah, khususnya UMKM, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Dandim. Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak, menjaga toleransi serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Kedatangan 18 mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut merupakan bagian dari kegiatan Mega Ekspedisi Brawijaya 2026 di wilayah NTT dan Negara RDTL yang berlangsung pada 15–26 Agustus 2026. *(PENDIM1604)*.













