NTT, TTS — Harapan masyarakat Desa Hoi dan Desa Persiapan Fatukolo, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), untuk memiliki akses penghubung yang lebih aman dan mudah terus diwujudkan. Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan kedua wilayah tersebut kini masih terus dikerjakan.
Pada Sabtu (3/10/2026), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai, Babinsa Kecamatan Oenino, Kopda Yanto Lopo, melaksanakan pengawasan terhadap proses pembangunan jembatan gantung yang berada di wilayah Desa Persiapan Fatukolo.
Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan proses pembangunan berjalan sesuai tahapan serta memberikan dukungan terhadap kelancaran pekerjaan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, pekerjaan pembangunan memasuki tahap pengecoran pengikat tali seling jembatan gantung. Sebanyak empat orang tukang terlibat langsung dalam pekerjaan, dibantu dan didukung oleh masyarakat Desa Persiapan Fatukolo.
Jembatan ini memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Pasalnya, akses tersebut nantinya akan memberikan kemudahan mobilitas bagi warga Desa Hoi dan Desa Persiapan Fatukolo yang selama ini membutuhkan jalur penghubung antarkawasan.
Berdasarkan data penerima manfaat, pembangunan jembatan tersebut diproyeksikan memberikan manfaat kepada 283 kepala keluarga (KK). Selain itu, terdapat 83 pelajar SMA, 97 pelajar SMP, dan 156 pelajar SD yang turut merasakan manfaat dari keberadaan akses penghubung tersebut.
Bagi para pelajar, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi bagian penting dalam menunjang perjalanan mereka menuju sekolah. Demikian pula bagi masyarakat, keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar aktivitas sehari-hari serta membuka akses yang lebih baik antarwilayah.
Kehadiran Babinsa di lokasi juga menjadi bentuk pendampingan dan pengawasan di tengah pelaksanaan pembangunan. Dengan dukungan masyarakat dan tenaga pekerja, proses pembangunan jembatan gantung tersebut terus dilanjutkan hingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga. (Pen1621)













