AMLAPURA — Pgs.Pasiintel Kodim 1623/Karangasem Letda Inf I Wayan Parnayasa menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) BBM Bersubsidi Kabupaten Karangasem, yang digelar di Gedung Sabha Prakerthi Kantor Bupati Karangasem, Senin (19/10/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagisa, S.H., M.H., dan diikuti sekitar 40 orang dari berbagai unsur instansi terkait.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem membuka kegiatan dengan menyampaikan bahwa rapat ini menjadi sarana evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis ke depan. Secara umum, distribusi BBM di sebagian besar wilayah Karangasem telah berjalan lancar, namun pemantauan tetap diperlukan di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kendala.
Wakil Bupati Karangasem menekankan bahwa perkembangan situasi global berpotensi berdampak pada ketersediaan energi dan stabilitas wilayah. Seluruh pihak diminta bersikap objektif, memperkuat koordinasi dan komunikasi, serta mengandalkan informasi yang akurat dalam mengambil keputusan guna menjaga stabilitas masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Kabag Ops Polres Karangasem menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap 13 objek vital di wilayah Karangasem. Berdasarkan pengalaman tahun 2012 dan 2016, kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap dijaga. Situasi saat ini dinilai relatif terkendali, namun kepolisian tetap meningkatkan pengawasan di lapangan.
Mewakili Dandim 1623/Karangasem, Letda Inf. I Wayan Parnayasa menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah diambil. Secara umum distribusi BBM mulai lancar dan wilayah kondusif, namun wilayah Kecamatan Kubu perlu perhatian lebih. Kodim siap bersinergi dengan seluruh instansi terkait, termasuk mempertimbangkan langkah pembatasan pembelian BBM apabila diperlukan guna mencegah antrean panjang.
Perwakilan DPRD, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Amlapura juga menyampaikan pandangannya. Penerapan sistem ganjil-genap dan pembatasan pembelian dinilai mulai memperbaiki kondisi antrean di sejumlah SPBU. Seluruh pihak diminta memperkuat koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, serta memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan merata di setiap wilayah.
Kegiatan berakhir pukul 11.38 Wita dalam keadaan aman dan lancar. Disepakati bahwa pemantauan berkelanjutan tetap dilakukan, khususnya di wilayah yang berpotensi bermasalah, agar ketersediaan BBM bagi masyarakat dapat terjamin dan situasi tetap kondusif.













