WANO BARAT, LANNY JAYA — Prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY Titik Kuat (TK) Andugume menggelar ibadah, doa bersama, dan makan bersama masyarakat Kampung Nabei di Gereja GIDI Abua, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kebersamaan serta upaya spiritual memohon agar musibah kekeringan berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut segera berakhir.
Ibadah dan doa bersama yang diikuti oleh sekitar 150 warga setempat ini dipimpin langsung oleh Pendeta Herianus Telenggeng dengan khotbah bertema “Tetap Bersyukur dan Berdoa di Tengah Pencobaan”. Rangkaian acara diwarnai dengan suasana haru dan khidmat saat seluruh prajurit TNI membaur tanpa sekat, duduk melingkar di atas tikar dan terpal bersama anak-anak, para mama, serta lansia di lapangan depan gereja.
Komandan TK (Dan TK) Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han)., menyampaikan rasa empati yang mendalam atas kesulitan yang dialami masyarakat akibat kemarau panjang yang merusak perkebunan dan menipiskan sumber air bersih.
Kami merasakan apa yang masyarakat rasakan. Kehadiran TNI di sini tidak hanya untuk menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga untuk berdiri bersama rakyat, baik dalam suka maupun duka. Melalui doa bersama ini, kita memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa agar hujan berkat segera turun, menyuburkan kembali tanaman, serta memulihkan kehidupan warga Kampung Nabei dan Lanny Jaya secara umum, ujar Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han).
Pesan empati dan kepedulian yang disampaikan oleh Dan TK Andugume tersebut turut diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa daerah Lanny Jaya oleh Pendeta Herianus Telenggeng, sehingga pesan kehangatan dan persaudaraan dari TNI dapat diterima dengan baik oleh para mama dan warga senior yang tidak fasih berbahasa Indonesia.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., mengapresiasi tinggi inisiatif dan pendekatan humanis yang ditunjukkan oleh jajarannya di lapangan.
Kegiatan yang dilakukan oleh personel TK Andugume merupakan wujud nyata Kemanunggalan TNI dengan rakyat. Di tengah ujian bencana alam kekeringan ini, pendekatan humanis, simpati, serta dukungan spiritual sangat dibutuhkan untuk menjaga moril dan ketabahan masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus hadir sebagai solusi dan pelindung bagi seluruh warga Papua, tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P.
Kehadiran Satgas Yonif 742/SWY mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Usai doa bersama, para prajurit TNI membagikan dan menyantap makanan bersama warga. Penuh keakraban, para prajurit tampak membantu para lansia serta menyuapi anak-anak kecil yang hadir.
Bapa Polinus Telenggeng, seorang Gembala sekaligus Mantri Kesehatan Kampung Nabei, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh TNI.
Kami sangat bersyukur di tengah musibah kekeringan ini, Bapak-bapak TNI selalu hadir membantu kami. Doa yang dipimpin Bapa Pendeta sangat menyentuh hati. Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak TNI semua dan bencana kekeringan di Lanny Jaya cepat berakhir. Wa Wa Wa. ungkap Polinus.
Senada dengan hal tersebut, Riska Telenggeng, seorang siswi SMA warga Kampung Nabei, juga mengungkapkan rasa bahagianya Saya sangat senang bisa beribadah, berdoa, dan makan bersama Bapak-bapak TNI. Sudah lama kami susah karena kekeringan, air susah, dan kebun kering. Terima kasih Bapak TNI 742 yang sudah baik kepada kami. Semoga doa kita dikabulkan Tuhan, tuturnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosedur pengamanan ketat di titik-titik strategis sekitar wilayah gereja dan kampung guna memastikan seluruh prosesi ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebelum seluruh personel kembali ke TK Andugume.













