Beranda / Kodam IX / Udayana / Warga Dilaporkan Mengalami Depresi, Babinsa Puhu Bersama Pecalang Turun Tangan

Warga Dilaporkan Mengalami Depresi, Babinsa Puhu Bersama Pecalang Turun Tangan

Gianyar – Payangan, Selasa (27/10/2026) Seorang warga dilaporkan mengalami depresi di Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Merespons laporan tersebut, Babinsa Desa Puhu Koramil 1616-07/Payangan, Serka I Made Rai Wibisana, bersama Pecalang Desa Adat Selasih bergerak cepat memberikan pendampingan dan mengantarkan warga tersebut ke RSUD Payangan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Langkah cepat tersebut berawal dari laporan warga dan tokoh masyarakat Banjar Selasih mengenai kondisi Ni Made Darsi (38 tahun) yang diduga mengalami tekanan mental. Menindaklanjuti informasi itu, Babinsa bersama Pecalang segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi warga sekaligus mengupayakan pertolongan yang diperlukan.

Setibanya di lokasi, Babinsa dan Pecalang mengedepankan pendekatan humanis dengan berupaya menenangkan warga yang bersangkutan serta berkoordinasi dengan pihak keluarga secara kekeluargaan. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mendukung proses penanganan yang aman dan tepat.

Setelah berkoordinasi dengan keluarga, Babinsa bersama Pecalang kemudian mendampingi Ni Made Darsi menuju RSUD Payangan guna menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan medis lebih lanjut. Langkah ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan warga sekaligus memastikan yang bersangkutan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Berkat kesigapan Babinsa bersama Pecalang dan dukungan masyarakat setempat, proses evakuasi berlangsung aman dan lancar. Warga tersebut berhasil dibawa ke RSUD Payangan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membantu warga yang menghadapi situasi sulit. Respons cepat, komunikasi dengan keluarga, dan sinergi bersama unsur adat menjadi bagian penting dalam memastikan pertolongan dapat diberikan secara tepat.

Melalui kejadian ini, sinergi antara Babinsa, Pecalang, keluarga, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Setiap warga yang membutuhkan pertolongan perlu mendapat perhatian, pendampingan yang manusiawi, serta akses terhadap penanganan profesional tanpa stigma maupun diskriminasi.

(Pendim 1616/Gianyar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *