KUPANG – Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Zebua, S.E., M.M., memimpin Acara Tradisi Penerimaan dan Penyerahan Jabatan Pejabat Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Aula Sudirman, Makodam XXVII/Sobe Sonbai, Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua Persit KCK PD XXVII/Sobe Sonbai Ny. Rieli Thevi Zebua, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono beserta Ketua Persit KCK Koorcabrem 161 PD XXVII/SS Ny. Kartika Hendro Cahyono, para Asisten Kasdam, para Kasi Kasrem, Kabalak, Dandim, serta para Dansatpur dan Dansatbanpur jajaran Kodam XXVII/Sobe Sonbai.
Tradisi diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penghormatan kepada pimpinan acara dan Pataka Kodam XXVII/Sobe Sonbai, dilanjutkan laporan serta penciuman Pataka oleh para pejabat. Rangkaian kegiatan kemudian dilaksanakan dengan penyematan tanda kehormatan dan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari prosesi penerimaan dan penyerahan tugas serta tanggung jawab jabatan.
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan bahwa tradisi tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Kodam XXVII/Sobe Sonbai sebagai satuan yang baru diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026. Kehadiran para pejabat pertama, khususnya para Dan dan Kabalakdam, menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda organisasi sekaligus meletakkan fondasi satuan yang kuat, profesional, dan akuntabel.
Pangdam menegaskan bahwa Kodam XXVII/Sobe Sonbai memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI di Nusa Tenggara Timur. Dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste serta memiliki wilayah perairan yang berbatasan dengan Australia, diperlukan kesiapan operasional, pengawasan wilayah perbatasan, dan pembinaan teritorial yang adaptif serta humanis.
Untuk itu, Pangdam memberikan empat penekanan kepada para pejabat. Pertama, segera melakukan akselerasi pembenahan satuan melalui inventarisasi personel, materiil, piranti lunak, dan fasilitas pangkalan. Kedua, memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat guna mendukung pembangunan daerah.
Ketiga, para komandan diminta hadir di tengah anggota, menjadi teladan dalam pengabdian, serta meningkatkan pengawasan melekat, pembinaan disiplin, dan mental rohani prajurit untuk mencegah terjadinya pelanggaran. Keempat, mengimplementasikan motto perjuangan Sobe Sonbai, “Nekaf Mese Ansaof Mese” yang berarti Satu Hati, Satu Jiwa, sebagai landasan membangun soliditas, jiwa korsa, dan sinergi dalam pelaksanaan tugas.
Pangdam juga mengucapkan selamat kepada para pejabat yang menerima amanah jabatan, seraya mengingatkan bahwa jabatan merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab pengabdian. Seluruh pejabat diharapkan mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan bersama-sama membangun Kodam XXVII/Sobe Sonbai menjadi satuan yang solid serta siap melaksanakan tugas pokoknya.
Melalui tradisi ini, diharapkan terbangun kesinambungan kepemimpinan, tidak terjadi kekosongan komando, serta tumbuh rasa bangga, loyalitas, dan identitas korps bagi para pejabat dalam mengawali pengabdian di Kodam XXVII/Sobe Sonbai.
PENDAM XXVII/SOBE SONBAI













