Gentra News NTB – Dompu, Dandim 1614/Dompu Letkol Kav Riyan Oktiya Virajati S.T., M.M dan Dandim 1608/Bima Letkol Inf Andi Lulianto, S.Kom, Hadir dalam kegiatan Vicon Terpusat di Makodim 1608/Bima Bersama Bapak Pangdam IX/Udayana, Senin (15/01/2024) Pukul 14 00 Wita.
Kegiatan Vicon dengan Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Harfendi, S.I.P., M.Sc., bersama Komandan atau Kepala Satuan jajaran. Dalam sambutannya, Pangdam memaparkan secara rinci dari ketujuh Program Binter Unggulan TNI AD yang diminiaturkan dalam satu Desa.
Ketujuh program tersebut diantaranya seperti Program TNI AD Manunggal Air, Program Ketahanan Pangan, Penanganan Stunting, Kampung Pancasila, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Babinsa Masuk Dapur dan Penerapan aplikasi E-Praja Raksaka.
Dari ketujuh program tersebut adalah merupakan ide dan gagasan Pangdam sebelumnya, yaitu Mayjen TNI Sonny Aprianto. Dalam pelaksanaannya, menggabungkan Program Unggulan Binter TNI AD dari Bapak Kasad yang dilaksanakan di satu tempat dalam sebuah miniatur.
Kita lanjutkan itu, Karena itu ide-ide yang bagus harus kita lanjutkan,” tegas Bapak Pangdam IX/Udayana.
Lebih lanjut disampaikan Pangdam, bahwa Kepala Staf TNI AD (Kasad) selalu menekankan agar kehadiran TNI AD harus bisa memberikan solusi bagi masyarakat dimanapun Prajurit TNI AD bertugas dan beradab. Hal tersebut dimaksudkan agar Prajurit TNI AD harus bisa membantu kesulitan masyarakat dengan bersinergi dengan komponen bangsa lainnya.
Bagi satuan-satuan yang sudah melaksanakan ini tetap dilanjutkan Yaitu RTLH sesuai dengan kemampuan satuan masing-masing serta untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat dengan tingkat kesehatan kualitas hidup lebih sejahtera dan terhindar dari lainnya Kemudian untuk kegiatan Babinsa masuk dapur untuk sementara dihentikan dan tidak dilaksanakan.
Untuk seluruh Kodim di tahun 2023 yang lalu melaksanakan satu kampung Pancasila yang dibentuk oleh Kodim. Adapun untuk tempat maupun wilayah yang ditentukan adalah tergantung dari pertimbangan Kodim setempat.
Untuk Pompa hidram, Di wilayah Nusa Tenggara Barat sudah dibangun 21 titik, terdiri dari 18 pompa hidram air bersih serta 3 pompa hidram pertanian. Di wilayah Bali sejumlah 19 titik, terdiri dari 16 pompa hidram air bersih serta 3 pompa hidram pertanian. Ratusan pompa hidram itu semua dikerjakan dengan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah dan swasta.
Pada bidang ketahanan pangan dan kesehatan juga sudah kita lakukan sebelumnya. Kita kelola lahan ditanami komoditas pangan. Hasilnya bisa membantu kesulitan masyarakat. Ada sejumlah program lainnya yang sudah kita jalankan mengatasi kesulitan masyarakat. Semua yang dilakukan Kodam IX/Udayana merupakan komitmen pengabdian dan tanggung jawab yang diwujudkan dengan tindakan nyata yang bermanfaat serta dapat dirasakan yang berdampak terhadap kesejahteraan rakyat, “ungkap Mayjen Sonny”.
(Pendim1614)
No comments yet.