Gentra News Bali – Buleleng, 17 Januari 2024 – Babinsa Desa Pemaron, Serda Waras Yosoa, menghadiri rapat membahas masalah sampah yang ada di Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, pada Selasa (16/01/2023).
Rapat tersebut dihadiri oleh Perbekel Desa Pemaron, Kadus Dangin Margi, Kadus Dauh Margi, perwakilan tokoh masyarakat, Klian Desa, dan tokoh agama.
Dalam rapat tersebut, Babinsa menyampaikan program Kodim 1609/BLL melalui Koramil 1609-01/BLL tentang memerangi sampah plastik yang ada di wilayah Buleleng.
Babinsa mengajak agar pemilahan sampah organik dan non organik tetap dilakukan yang sudah berlangsung sampai saat ini. Disaat pemilahan terkadang banyak sampah plastik berserakan karna nilai jualnya tidak ada.
“Di kesempatan ini saya menghimbau kepada para tokoh masyarakat untuk mengajak masyarakat mengumpulkan plastik botol/gelas dan plastik kresek sejenisnya agar di kumpulkan dalam karung atau plastik besar kemudian dibawa ke Koramil,” ujar Babinsa.
Menanggapi hal tersebut, Perbekel Desa Pemaron, I Ketut Suyasa, menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan Babinsa. Ia juga mengatakan bahwa Bumdes bagian pengelola sampah akan bersinergi dengan Babinsa tentang masalah pemilahan sampah plastik tersebut.
“Kedepannya kami akan bersinergi dengan Babinsa untuk membantu masyarakat mengumpulkan sampah plastik. Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Perbekel.
Rapat tersebut berjalan aman dan lancar. Semua pihak yang hadir sepakat untuk bersinergi dalam menangani masalah sampah plastik di Desa Pemaron.
Langkah strategis yang dilakukan oleh Babinsa Desa Pemaron dalam menangani masalah sampah plastik adalah mengajak masyarakat untuk tetap melakukan pemilahan sampah organik dan non organik.
Menghimbau masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik botol/gelas dan plastik kresek sejenisnya agar di kumpulkan dalam karung atau plastik besar kemudian dibawa ke Koramil.
Langkah-langkah tersebut dinilai strategis karena melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, diharapkan masalah sampah plastik di Desa Pemaron dapat segera diatasi.
rossa
No comments yet.