gentra • Jan 24 2024 • 27 Dilihat
Gentra News Bali – Yongmoodo adalah salah satu jenis bela diri yang berasal dari Korea Selatan. Bela diri ini merupakan gabungan beberapa bela diri. Di Indonesia, yongmoodo menjadi bela diri wajib bagi anggota Tentara Nasional Indonesia. Selain di kalangan militer ternyata Yongmoodo bisa pula dikembangkan di sekolah-sekolah dan di masyarakat di Kabupaten Jembrana.
Yong Moo Do merupakan bela diri asal Korea Selatan dan sudah dikenal di Indonesia sebagai bela diri wajib sejak 2008. Yong Moo Do mengombinasikan gerakan tendangan, banting, kunci, dan piting. Pertandingan para petarung Yong Moo Do tidak menggunakan sarung tinju. Pelindung hanya digunakan pada lengan tangan, kaki, dan dada saja. Tak heran pertandingan kerap berakhir pada cedera serius.
Dan sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012 ini. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo.
Rangking dan warna sabuk yang ada dalam beladiri Yongmoodo adalah : Rangking 10 = Sabuk putih, Rangking 9 = Sabuk Kuning, Rangking 8 = Sabuk Kuning, Rangking 7 = Sabuk Hijau, Rangking 6 = Sabuk Hijau6. Rangking 5 = Sabuk Biru, Rangking 4 = Sabuk Biru, Rangking 3 = Sabuk Coklat, Rangking 2 = Sabuk Coklat dan Rangking 1 = Sabuk Merah.
Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf.Teguh Dwi Raharja, S.sos mengatakan selaku ketua dan pembina Yongmoodo bahwa jenis beladiri ini sangat bagus dikembangkan di sekolah-sekolah. Bahkan jajaran babinsa juga senantiasa disosialisasikan ke masyarakat. Beladiri militer ini sangat bagus dikembangkan dengan cara yang tepat dan benar. Sehingga tidak menimbulkan cedera.
“Banyak atlit Yongmoodo telah melahirkan prestasi gemilang di ajang daerah, nasional dan hingga tingkat internasional. Sehat, cerdas, cekatan dan terampil tentu modal utama dalam melakoni setiap kegitan atau pun olahraga lainnya. Apalagi Yongmoodo bisa dikembangkan di sekolah-sekolah sebagai bentuk pendidikan olahraga yang bisa melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang,” tuturnya.
Teguh juga pertegas Yongmoodo selain ada tempat latihan di Kodim juga di batalion Garuda Nusantara 741 yang siap membina mental para generasi muda yang ikut dalam program-program latihan dan bahkan dilengkapi pula dengan alat pengaman matras dan juga sarana lainnya. “Sesuatu yang sangat dibanggakan adalah peran pemerintah Kabupaten Jembrana yang total mensuport olahraga beladiri Yongmoodo. Terutama Koni dan pihak terkait, sehingga sinergitas berjalan sesuai program TNI dan pemerintah,” ucap Dandim yang merupakan putra asli Jembrana.
Rossa
NTT-Kefamenanu., Program Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1618/TTU ke-127 Tahun Anggara...
NTT-Kefamenanu., Komando Distrik Militer (Kodim) 1618/TTU kembali menegaskan perannya sebagai garda ...
NTT-Kefamenanu, Senin 02/02/2026., Kodim 1618/TTU kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa ha...
NTT-Kefamenanu., Bertempat di lokasi Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2...
NTT-Kefamenanu., Sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan Ko...
Donggo, 21 Januari 2026 – Babinsa Koramil 1608-05/Donggo menggelar kegiatan teritorial patroli dan...
Bima _ Pada hari Jumat, tanggal 23 Januari 2026 Serka Bambang yang merupakan Babinsa Desa Lambu dari Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape menghad...
Gentra News Bali-Kapolsek Sidemen AKP I Wayan Gede Mudana, S.H., M.H melaksanakan Cooling System dalam rangka Operasi Mantab Brata Jelang di lak...
Gentra News Bali – Polda Bali, Polres Karangasem menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan Hunting Sistem periode 16 –...
Gentra News Bali – Jembrana – Polsek Pekutatan terus mengintensifkan upaya tindakan preventif dengan melibatkan masyarakat dalam men...
Gentra News Bali – Jembrana, Menjalin hubungan silaturrahmi yang baik dengan warga binaan adalah merupakan salah satu tugas pokok Babinsa....

No comments yet.