BULELENG – Di bawah terik matahari pagi yang mulai menghangat, aroma khas bawang merah segar menyerbak di Banjar Dinas Taman Sari, Desa Gerokgak. Hari ini, Jumat (30/1/2026), menjadi momen krusial bagi ketahanan pangan lokal saat warga dan aparat desa berkumpul untuk merayakan keberhasilan masa panen.
Babinsa Desa Gerokgak, Sertu Nyoman Sudana, hadir langsung di tengah hamparan lahan seluas 10 are milik Bapak Gusti Ketut Erawan. Kehadiran Babinsa bukan sekadar undangan seremonial, melainkan bentuk nyata pendampingan TNI dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dimulai dari tingkat desa.
Kegiatan panen ini merupakan buah manis dari alokasi 20 persen Dana Desa yang dikhususkan untuk program ketahanan pangan. Dikelola langsung oleh BUMDES Desa Gerokgak, proyek budidaya bawang merah ini menjadi percontohan bagaimana anggaran negara dapat dikonversi menjadi kedaulatan pangan bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Gerokgak. Ini adalah bukti bahwa dengan pengelolaan yang tepat melalui BUMDES, lahan yang ada bisa menjadi sumber produktivitas yang luar biasa,” ujar Sertu Nyoman Sudana di sela-sela aktivitas panen.
Keberhasilan panen ini juga disaksikan oleh jajaran pimpinan kecamatan dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab kolektif. Turut hadir dalam kegiatan tersebut:
– Made Pasek Widana (Kasi Pembangunan Kecamatan Gerokgak)
– Nyoman Wijaya (Perbekel Desa Gerokgak)
– Kadek Suardana (Ketua BPD)
– Ketua BUMDES Desa Gerokgak
– Pendamping Desa Kecamatan Gerokgak
– Ketua LPM Gerokgak
– Kadus Taman Sari
Perbekel Desa Gerokgak, Nyoman Wijaya, menyatakan bahwa pemilihan bawang merah sebagai komoditas utama didasarkan pada nilai ekonomisnya yang tinggi dan kecocokan lahan di wilayah Taman Sari. Ia berharap program ini berkelanjutan dan mampu menekan angka inflasi pangan di tingkat desa.
Bagi Sertu Nyoman Sudana, mendampingi petani adalah tugas harian yang vital. Selain memberikan motivasi, Babinsa juga berperan memantau perkembangan tanaman sejak masa tanam hingga panen, memastikan tidak ada kendala berarti yang dihadapi para pengelola lapangan.
“Tugas kami adalah memastikan program pemerintah sampai ke tangan rakyat dengan selamat. Jika ketahanan pangan desa kuat, maka pertahanan negara pun akan semakin kokoh,” tambah Sertu Sudana dengan penuh semangat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita tersebut berjalan dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Hasil panen kali ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menjadi modal bagi BUMDES untuk memperluas jangkauan pertanian di masa tanam berikutnya.
No comments yet.