MANGGARAI – Gema selawat dan untaian doa membubung tinggi di Musholla At-Tauhid, Kampung Muslim Watu Lajar, Desa Langgo, Kecamatan Satar Mese, pada Sabtu (31/1/2025). Di balik kekhusyukan tersebut, terpancar kemanunggalan yang kuat antara TNI dan rakyat saat peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-101 yang dipadukan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan penuh kehangatan.
Hadir sebagai pengayom sekaligus bagian dari keluarga besar masyarakat, Babinsa Koramil 1612-05/Satar Mese yang dipimpin oleh Sertu Kusumanigrat, didampingi Kopda Jhon Rolland Malaikosa dan Pratu Anas Ferdian, turut larut dalam suasana spiritual tersebut. Kehadiran mereka bukan sekadar menjaga keamanan fisik, melainkan menjadi simbol kehadiran negara dalam mendukung harmoni umat beragama di pelosok Manggarai.
Acara yang dihadiri oleh ratusan warga Kampung Watu Lajar ini menjadi momentum refleksi mendalam. Selain pengajian umum dan doa bersama yang mendoakan keselamatan bangsa, panitia penyelenggara juga menyelipkan aksi nyata berupa pemberian santunan paket sembako. Langkah sosial ini menjadi bukti bahwa semangat 101 tahun NU dan keteladanan Isra’ Mi’raj adalah tentang kepedulian terhadap sesama. Babinsa tampak aktif membantu pendistribusian santunan tersebut, memastikan setiap bingkisan sampai ke tangan mereka yang berhak dengan penuh rasa hormat.
Sertu Kusumanigrat dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa adalah bagian integral dari tugas pembinaan teritorial (Binter) yang humanis. Ia melihat kegiatan ini sebagai fondasi penting dalam merawat kemajemukan di wilayah Satar Mese.
“Bagi kami, TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga garis batas, tetapi juga sebagai bagian dari denyut nadi kehidupan beragama masyarakat. Harlah NU ke-101 dan Isra’ Mi’raj ini adalah cermin betapa kuatnya pondasi spiritual bangsa kita. Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita dapat beribadah dengan tenang, sekaligus memastikan bahwa api toleransi dan semangat berbagi di Watu Lajar ini terus menyala. Keamanan yang hakiki dimulai dari hati yang rukun dan silaturahmi yang terjaga,” tegas Sertu Kusumanigrat.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan jabat tangan erat antara warga, tokoh agama, dan personel Babinsa. Sinergi yang tercipta di Musholla At-Tauhid ini menjadi oase di tengah dinamika zaman, membuktikan bahwa di bawah bimbingan spiritual dan pengawalan aparat yang humanis, suasana aman, damai, dan rukun di Satar Mese tetap menjadi prioritas yang utama.
No comments yet.