BULELENG – Semangat ketahanan pangan terus digelorakan di tingkat desa. Pada Selasa pagi, 14 April 2026, suasana persawahan di Subak Gede Gerokgak, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, tampak lebih ramai dari biasanya. Sinergi antara komando kewilayahan dan penyuluh lapangan kembali ditunjukkan dalam kegiatan Pengubinan Padi untuk mengukur produktivitas lahan petani setempat.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini dihadiri langsung oleh Babinsa Gerokgak, Sertu Nyoman Sudana, yang bahu-membahu bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Desa Gerokgak. Kehadiran TNI di tengah sawah ini bukan sekadar pendampingan, melainkan wujud nyata komitmen pengawalan swasembada pangan nasional.
Pengubinan dilakukan di lahan milik Bapak Made Yasa, seorang petani yang selama ini dikenal tekun menerapkan arahan teknis dari PPL. Fokus utama pengubinan kali ini adalah varietas padi Ciherang, yang selama ini menjadi primadona karena ketahanannya dan kualitas beras yang dihasilkan.
Berdasarkan pengambilan sampel di lapangan, didapatkan data teknis sebagai berikut:
– Varietas: Ciherang
Sistem Tanam: Tegel (Tradisional Teratur)
– Jarak Tanam: 20 x 20 cm
– Luas Lahan: 50 Are (0,5 Hektar)
– Jumlah Rumpun Sampel: 180 rumpun
– Rata-rata Anakan: 25 anakan per rumpun
– Berat Ubinan: 5,1 kg (Skala sampel ubinan)
“Dari hasil ubinan hari ini, kita melihat angka yang sangat positif. Berat ubinan mencapai 5,1 kg, yang jika dikonversikan ke dalam skala hektar, menunjukkan tren hasil panen yang memuaskan dan berada di atas rata-rata,” ujar salah satu petugas PPL di lokasi.
Sertu Nyoman Sudana menyatakan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengolah lahan mereka.
“Kami dari pihak Koramil melalui Babinsa akan selalu hadir mendampingi petani dan berkoordinasi dengan PPL. Jika hasil panen bagus, kesejahteraan petani meningkat, dan ketahanan pangan wilayah kita akan kuat,” tegasnya di sela-sela penimbangan hasil ubinan.
Pihak PPL Pertanian Kecamatan Gerokgak juga menambahkan bahwa hasil baik ini tidak lepas dari pola tanam yang disiplin dan perawatan yang intensif, meskipun menggunakan sistem tanam tegel. Penggunaan varietas Ciherang terbukti masih sangat efektif untuk kondisi tanah di wilayah Subak Gede Gerokgak.
Dengan hasil perkiraan yang masuk dalam kategori “Sangat Baik”, Bapak Made Yasa selaku pemilik lahan merasa bersyukur. Pendampingan dari Babinsa dan PPL memberikan rasa aman dan tambahan ilmu bagi para petani di Subak Gede.
Kegiatan pengubinan ini merupakan bagian dari siklus evaluasi pertanian di Kabupaten Buleleng untuk memastikan data produksi pangan akurat, sekaligus menjadi bahan pemetaan kebutuhan pupuk dan sarana pertanian di masa tanam berikutnya.
No comments yet.