SoE, TTS – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berlangsung khidmat dan penuh makna di halaman Kantor Bupati TTS, Kelurahan Karang Sirih, Kecamatan Kota SoE, Senin (04/05/2026).
Sekitar 400 peserta dari berbagai unsur mengikuti upacara yang menjadi momentum refleksi penting bagi dunia pendidikan tersebut. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati TTS, Jonny Army Konay, memimpin langsung jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1621/TTS Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo, Ketua DPRD TTS Mordekia Liu, Sekda TTS Seperius E. Sipa, unsur Polres TTS, para pimpinan OPD, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian upacara berlangsung sesuai protokol, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, hingga pembacaan Pancasila dan UUD 1945. Suasana semakin khidmat saat amanat Menteri Pendidikan dibacakan, yang menyoroti peran strategis guru dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan juga mentor dan pembimbing kehidupan bagi para siswa. Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.
Menariknya, Hardiknas tahun ini juga menekankan transformasi pendidikan melalui pendekatan modern seperti Deep Learning, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pengenalan koding dan kecerdasan artifisial (AI) di dunia pendidikan.
Selain itu, program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” menjadi fokus pembentukan karakter generasi muda, mulai dari kebiasaan bangun pagi hingga gemar belajar dan hidup sehat.
Pemerintah juga menegaskan komitmen dalam memberikan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui penguatan sekolah inklusi dan pendidikan berbasis masyarakat.
Di akhir amanat, ditekankan pentingnya tiga pilar utama dalam membangun pendidikan, yakni Mindset, Mental, dan Misi (3M) sebagai fondasi keberhasilan program pendidikan nasional.
Selain upacara resmi, kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi bertema pendidikan yang menambah nuansa inspiratif. Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen membangun pendidikan yang lebih baik.
Upacara berakhir pada pukul 09.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. (Pen1621)
No comments yet.