LOMBOK TENGAH – Di tengah gempuran tren digital dan budaya asing yang makin tak terbendung, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1620-05/Janapria mengambil langkah proaktif memberikan wawasan kebangsaan (Wasbang) kepada generasi muda di sekolah agar tidak kehilangan jati diri sebagai anak bangsa, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan pembekalan ini bukan sekadar ceramah biasa, melainkan langkah strategis dari TNI untuk menanamkan jiwa patriotisme dan sikap bela negara sejak dini. Menghadapi Generasi Z yang kritis, pendekatan yang dilakukan pun dibuat lebih membumi dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini.
“Generasi muda ini ibarat fondasi rumah. Kalau fondasinya tidak kita perkuat dengan rasa cinta tanah air dari sekarang, mereka bisa mudah goyah oleh derasnya arus informasi dari luar. Ujar Kapten Inf Wage.
“Pembekalan Wawasan Kebangsaan ini adalah bekal mereka untuk menghadapi tantangan masa depan tanpa melupakan akar budayanya,” tegas Danramil.
Melalui materi yang interaktif, para siswa diajak untuk menyelami kembali nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sikap bela negara juga ditekankan tidak melulu soal angkat senjata, melainkan bisa diwujudkan dengan cara yang sederhana.
“Rajin belajar, menjauhi narkoba, tidak ikut tawuran, dan bijak dalam menggunakan media sosial,” terangnya.
Antusiasme ratusan siswa SMAN 1 Janapria terlihat jelas selama sesi berlangsung. Interaksi dua arah dan sesi tanya jawab membuat suasana pembekalan menjadi hidup dan jauh dari kesan kaku.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif dari Koramil 1620-05/Janapria ini. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan TNI diharapkan dapat terus berlanjut sebagai benteng pertahanan moral bagi para pelajar di wilayah Lombok Tengah.
Lewat agenda ini, diharapkan semangat Merah Putih tak hanya berkibar di tiang bendera sekolah, tetapi juga tertanam kuat di dalam dada setiap siswa SMAN 1 Janapria.
No comments yet.