*NTT-SIKKA.* Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, S.H., M.H. bersama jajaran TNI dan unsur Forkopimda Kabupaten Sikka melakukan pengecekan hasil perehaban Kapela St. Petrus di Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Rabu (11/3/2026). Pengecekan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1603/Sikka, di mana perehaban rumah ibadah menjadi salah satu sasaran tambahan yang dikerjakan oleh Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.
Di lokasi tersebut, Pangdam IX/Udayana meninjau langsung kondisi bangunan kapela yang telah selesai direhab. Ia melihat secara detail hasil pengerjaan yang dilakukan oleh personel Satgas TMMD bersama warga, sekaligus memastikan bahwa bangunan rumah ibadah tersebut telah siap digunakan dan memberikan kenyamanan bagi umat dalam melaksanakan kegiatan peribadatan.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga berdialog langsung dengan Pater Paroki setempat. Percakapan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, membahas kondisi kapela serta peran penting rumah ibadah sebagai pusat kegiatan rohani sekaligus wadah mempererat kebersamaan umat di lingkungan masyarakat Desa Werang.
Perehaban Kapela St. Petrus tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Selain membantu memperbaiki sarana ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa.
Melalui program TMMD, TNI tidak hanya berperan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga turut mendukung peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, baik dari aspek sosial, budaya, maupun spiritual. Kehadiran Pangdam IX/Udayana bersama rombongan di lokasi tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap hasil kerja Satgas TMMD yang telah bekerja bersama masyarakat dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan di Desa Werang.
Dengan selesainya perehaban Kapela St. Petrus, diharapkan masyarakat Desa Werang dapat memanfaatkannya sebagai sarana ibadah yang lebih layak, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
(PENDIM 1603/SIKKA)
No comments yet.