*SERIRIT, (29/04/2026)* — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus menunjukkan perkembangan yang terukur dan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Jembatan gantung ini dirancang untuk menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan.
Pada pelaksanaan kegiatan hari ini, progres pekerjaan fisik telah mencapai 20 persen. Sejumlah pekerjaan utama yang tengah berlangsung meliputi penggalian lubang anchor bentangan bawah yang telah mencapai 11 persen, pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran sebesar 40 persen, serta pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul yang mencapai 17 persen. Selain itu, pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat telah mencapai 16,5 persen, dengan pengecoran pondasi di lokasi yang sama sebesar 16 persen, serta pembesian pondasi tepi jauh mencapai 13 persen.
Di sisi lain, pekerjaan pendukung juga terus dilaksanakan secara bertahap, di antaranya kegiatan dropping dan pelangsiran material di tepi dekat yang telah mencapai 15 persen, meliputi distribusi pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen, dan besi. Sementara itu, pelangsiran material di tepi jauh mencapai 10 persen. Pemasangan bowplank untuk penggalian pondasi tapak di kedua sisi jembatan telah selesai 100 persen, menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga ketepatan dimensi dan posisi konstruksi.
Pembangunan jembatan dengan panjang bentangan sungai 50 meter dan panjang bentangan jembatan 60 meter ini juga didukung oleh penentuan titik koordinat prisma gugur di kedua sisi, yaitu pada tepi dekat dan tepi jauh sebagai acuan teknis pelaksanaan konstruksi. Rencana pekerjaan selanjutnya akan difokuskan pada pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh, pengerjaan lantai kerja, penggalian lubang anchor, serta pelangsiran material tambahan guna mendukung percepatan pembangunan.
Kegiatan ini melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 5 orang dan Zibang 2 orang, serta dukungan masyarakat setempat sebanyak 8 orang. Secara umum, situasi dan kondisi di lapangan terpantau aman dan terkendali. Meskipun cuaca pada pagi hari cerah, siang hari mendung, dan sore hari diguyur hujan, seluruh rangkaian pekerjaan tetap dapat berjalan dengan lancar sesuai rencana yang telah ditetapkan.
No comments yet.