SERIRIT, (25/05/2026) — Pelaksanaan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 1609/Buleleng terus menunjukkan progres yang positif dan berjalan sesuai tahapan pekerjaan yang telah direncanakan. Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lokapaksa dengan Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng tersebut menjadi salah satu sarana strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat di kawasan pedesaan.
Pada pelaksanaan kegiatan hari Minggu, sejumlah pekerjaan fisik terus dikebut di lapangan. Proses penggalian lubang anchor bentangan bawah telah mencapai progres 63 persen, sementara pemasangan batu gunung lantai dasar pilon dan pengecoran telah selesai 100 persen. Selain itu, pekerjaan pemasangan besi cerucuk untuk pondasi tiang pylon dan besi angkur bandul mencapai 49 persen, sedangkan pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi dekat telah mencapai 98,5 persen.
Di sisi lain, pekerjaan pembesian pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh telah mencapai 90,5 persen, dengan progres pengecoran pondasi tiang pylon dan bandul tepi jauh sebesar 43 persen. Pemasangan bowplank penggalian pondasi tapak di tepi dekat maupun tepi jauh juga telah rampung 100 persen. Jembatan ini memiliki panjang bentangan sungai sekitar 50 meter dengan total panjang bentangan jembatan mencapai 60 meter, sehingga diharapkan nantinya mampu menjadi akses penghubung yang aman dan efektif bagi masyarakat setempat.
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, kegiatan dropping dan pelangsiran material terus dilaksanakan secara bertahap. Pada tepi dekat, progres dropping material telah mencapai 35 persen meliputi pasir, batu gunung, batu split, sirtu, papan cor, semen dan besi. Sementara itu, dropping material di tepi jauh mencapai 30 persen. Adapun rencana pekerjaan berikutnya akan difokuskan pada pengecoran blok angkur tepi dekat guna memperkuat struktur utama jembatan.
Secara keseluruhan, progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda saat ini telah mencapai 56 persen. Kegiatan pengerjaan melibatkan personel TNI AD dari Koramil sebanyak 15 orang serta dukungan 2 personel Zibang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali. Diharapkan pembangunan jembatan ini dapat selesai tepat waktu sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lokapaksa dan Desa Ringdikit dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan kesejahteraan warga.
No comments yet.