rossa • Jun 14 2026 • 6 Dilihat

Yogyakarta – SHG Advokat mengundang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Raja Ampat (IPMARAM) dalam menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi publik bertajuk “Film Pesta Babi: Antara Realita dan Agenda Pembangunan” yang dirangkaikan dengan pentas seni budaya Papua, Rabu (10/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Goebog Resto, Kompleks Ruko Tandan Raya, Jalan Wonosari KM 1, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut dihadiri sekitar 80 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum.
Acara diawali dengan makan malam bersama, dilanjutkan pembukaan oleh panitia dan sambutan dari Setyo Hadi Gunawan selaku penyelenggara sekaligus pendiri SHG Advokat. Sebelum pemutaran film, peserta disuguhkan penampilan Tarian Pangkur Sagu yang dibawakan oleh anggota IPMARAM sebagai bentuk pelestarian budaya Papua.
Film dokumenter Pesta Babi kemudian diputar selama kurang lebih satu jam sebelum dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yaitu Dosen Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Pius Rino Pungkiawan, S.Sn., M.Sn., Dekan Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Dr. Ir. Yunianta, M.P., serta tokoh agama asal Papua, Pdt. Beni Dimara. Diskusi dipandu oleh Charlien Tania, S.Psi., mahasiswa Profesi Psikologi Universitas Gadjah Mada sekaligus Miss Papua Barat 2013.
Dalam pengantarnya, Charlien Tania menyampaikan pentingnya literasi media di era digital, terutama kemampuan membedakan antara fakta, dugaan, dan pendapat. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu memiliki sikap kritis dalam menerima informasi dengan melakukan verifikasi sumber, membandingkan informasi dari berbagai referensi, serta memanfaatkan platform pengecekan fakta agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun informasi yang menyesatkan.
Sementara itu, Pdt. Beni Dimara mengajak peserta untuk melihat suatu informasi dari berbagai sudut pandang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Menurutnya, mahasiswa Papua perlu terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui ruang-ruang diskusi yang konstruktif agar mampu memahami berbagai persoalan secara lebih komprehensif.
“Mahasiswa Papua harus terus belajar, memperluas wawasan, dan mengasah ketajaman berpikir. Diskusi seperti ini menjadi sarana untuk memahami berbagai perspektif yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Ir. Yunianta menjelaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai pembangunan pertanian, termasuk program pengembangan kawasan pangan berskala besar, perlu didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan petani, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.
Menurutnya, setiap program pembangunan harus memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Adapun Pius Rino Pungkiawan menyoroti film dokumenter sebagai medium yang tidak hanya merekam fakta, tetapi juga menyampaikan sudut pandang dan pengalaman pembuat film. Ia menjelaskan bahwa dokumenter memiliki pendekatan berbeda dengan karya jurnalistik karena mengandung unsur interpretasi dan konstruksi naratif yang bertujuan membangun pemahaman tertentu bagi penontonnya.
“Film dokumenter bukan sekadar menyampaikan fakta, tetapi juga menghadirkan perspektif subjektif pembuatnya melalui cara bercerita yang dirancang secara sinematik,” jelasnya.
Dari hasil diskusi, peserta menyimpulkan bahwa pembangunan di Papua perlu terus dilaksanakan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun harus dilakukan secara inklusif, partisipatif, dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Selain itu, pembangunan juga perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan guna mencegah munculnya konflik sosial.
Peserta juga menekankan pentingnya generasi muda Papua untuk terus menempuh pendidikan, memperluas jaringan pergaulan dengan berbagai kelompok masyarakat, serta meningkatkan kapasitas diri agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penampilan Tarian Yospan (Yosim Pancar) dan pertunjukan vokal dari anggota IPMARAM yang menampilkan kekayaan budaya Papua di hadapan para peserta.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam nuansa akademis, kebudayaan, dan diskusi publik yang menitikberatkan pada pertukaran gagasan mengenai pembangunan, literasi informasi, dan masa depan Papua.
Kota Bima _ Kodim 1608/Bima menggelar kegiatan Safari Mobil Maung di Taman Amahami, depan Koramil 16...
Kota Bima – Turnamen Sepak Bola Walikota Cup Tahun 2026 antar klub se-Pulau Sumbawa resmi ditutup ...
Woha, Kabupaten Bima – Babinsa Desa Lido Koramil 1608-04/Woha, Serda Syamsurizal, melaksanakan mon...
Monta, Kabupaten Bima – Para Babinsa jajaran Koramil 1608-07/Monta melaksanakan kegiatan komunikas...
Sape, Kabupaten Bima – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para Ba...
Woha, Kabupaten Bima – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa...

Karangasem – Babinsa Desa Abang Koramil 1623-02/Abang Peltu I.B Ngurah Wahyuda melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu Balita yang ber...
Atambua, Kec. Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur – Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad terus menunjukkan k...
NTT – Sumba Timur. Dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu Kodim 1601/Sumba Timu...
Rote Ndao, 21 Mei 2026 — Babinsa Serka Ishak Manafe melaksanakan kegiatan monitoring wilayah sekaligus pemantauan pembangunan KDKMP Desa Lekun...
SUMBA BARAT, NTT – Dalam rangka mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya balita, Babinsa Koramil 01/Loli Kodim 1613/Sumba Bar...

No comments yet.