​NINGGEYAGIN, LANNY JAYA – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 742/SWY kembali membuktikan pengabdiannya di beranda terdepan Nusantara. Menjawab keterbatasan akses kesehatan dan ekonomi warga, personel Pos Titik Kuat (TK) Ninggeyagin menggelar kegiatan pembagian bantuan sosial berupa sembako dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Gereja Marahnata Klasis Ninggeyagin, Kampung Ninggeyagin, Senin (6/7/2026).
​Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen dan kemanunggalan TNI bersama rakyat.
​
Kegiatan bantuan sosial dan pelayanan kesehatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami untuk meringankan beban ekonomi masyarakat binaan, sekaligus menjawab keterbatasan layanan kesehatan di Kampung Ninggeyagin.
Kemanunggalan TNI-Rakyat bukan sekadar slogan, melainkan tindakan nyata di lapangan. Respons positif dari warga membuktikan bahwa kehadiran Satgas 742/SWY diterima dengan sangat baik, dan ini menjadi fondasi penting bagi kami dalam menjalankan tugas pokok menjaga keamanan di daerah penugasan, tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
​Kegiatan bakti sosial ini diinisiasi melalui pendekatan humanis oleh Komandan Pos (Danpos) TK Ninggeyagin, Lettu Inf Sahli. Ia menginstruksikan 15 personelnya di bawah pimpinan Komandan Tim Tempur (Dantimpur) 1, Letda Inf I Komang Oka, untuk hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi sebagai saudara bagi masyarakat.
​Pendekatan humanis versi Lettu Inf Sahli menitikberatkan pada integrasi sosial, di mana personel pos berbaur langsung dengan masyarakat melalui ibadah bersama sebelum melaksanakan bakti sosial. Melalui interaksi yang hangat saat pembagian sarana penggalangan (Sargal) dan pemeriksaan kesehatan oleh Bintara Kesehatan (Bakes) Serda Ade Putra, prajurit TNI membangun ikatan emosional yang erat dengan jemaat gereja. Hal ini dinilai efektif untuk menciptakan rasa aman, sekaligus memfasilitasi pemantauan wilayah dan pengumpulan informasi situasi keamanan secara natural dan damai.
​Rangkaian kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIT. Sebanyak 15 personel yang terdiri dari Dantimpur 1 hingga 3, tim kesehatan, serta 10 anggota pengamanan bergerak menuju Gereja Marahnata setelah melakukan pengecekan dan pengarahan. Setelah tiba dan memastikan keamanan di sekitar lokasi personel Satgas berbaur dalam ibadah bersama warga.
​Tepat pukul 11.00 WIT, seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis tersebut telah selesai dilaksanakan. Melalui sentuhan kemanusiaan ini, Satgas Yonif 742/SWY berharap senyum dan kesehatan masyarakat pedalaman Papua dapat terus terjaga.
(Pen Satgas 742)
No comments yet.