gentra • Jul 17 2026 • 72 Dilihat

Bali memiliki banyak atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia. Salah satu pertunjukan yang wajib masuk dalam itinerary liburan adalah Tari Kecak Uluwatu. Pertunjukan tradisional ini menawarkan pengalaman unik karena memadukan seni budaya Bali, kisah Ramayana, panorama Samudra Hindia, dan keindahan matahari terbenam dalam satu tempat.
Bagi Anda yang berencana menyaksikan pertunjukan ini, mengetahui lokasi, perkiraan harga tiket, jadwal, hingga tips mendapatkan kursi terbaik sangat penting. Dengan persiapan yang tepat, pengalaman menonton Tari Kecak di Uluwatu akan menjadi salah satu momen paling berkesan selama liburan di Bali.
Pertunjukan Tari Kecak berlangsung di kawasan Pura Luhur Uluwatu, Pecatu, Bali Selatan. Pura ini berada di atas tebing tinggi yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.
Lokasinya yang spektakuler menjadi salah satu alasan Tari Kecak Uluwatu begitu populer. Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menikmati panorama tebing dan matahari terbenam.
Sebelum pertunjukan dimulai, pengunjung dapat berjalan-jalan di sekitar kawasan pura. Namun, wisatawan disarankan menjaga barang bawaan karena terdapat monyet yang hidup bebas di kawasan Uluwatu.
Harga tiket Tari Kecak Uluwatu dapat berbeda tergantung kebijakan pengelola dan periode kunjungan. Selain tiket pertunjukan Kecak, wisatawan biasanya perlu menyiapkan biaya masuk kawasan wisata Pura Uluwatu secara terpisah.
Karena harga dan ketentuan tiket dapat berubah, sebaiknya periksa informasi terbaru sebelum berkunjung. Pada musim liburan, akhir pekan, dan periode ramai wisatawan, pemesanan tiket lebih awal sangat disarankan untuk menghindari kehabisan.
Wisatawan juga dapat memilih paket perjalanan yang menggabungkan kunjungan ke beberapa destinasi di Bali Selatan dengan menonton Tari Kecak sebagai agenda utama menjelang malam.
Tari Kecak Uluwatu umumnya di pentaskan pada sore hingga menjelang malam sehingga pengunjung dapat menikmati pertunjukan dengan latar matahari terbenam.
Salah satu daya tarik utamanya adalah suara ritmis “cak, cak, cak” yang di hasilkan secara serempak oleh puluhan penari pria. Berbeda dengan banyak tarian tradisional Bali lainnya, pertunjukan Kecak mengandalkan kekuatan vokal para penari untuk membangun suasana yang dramatis.
Cerita yang di tampilkan mengambil bagian dari kisah Ramayana, menghadirkan karakter seperti Rama, Sinta, Rahwana, dan Hanoman.
Untuk mendapatkan pengalaman menonton yang maksimal, datanglah lebih awal sebelum pertunjukan dimulai. Kursi dengan posisi strategis biasanya menjadi incaran pengunjung karena menawarkan sudut pandang yang lebih baik terhadap panggung sekaligus panorama sunset.
Jika memungkinkan, pilih posisi yang memberikan pandangan luas ke arah panggung dan cakrawala. Datang lebih awal juga memberikan waktu untuk menikmati kawasan Pura Uluwatu tanpa terburu-buru.
Jangan lupa membawa kamera atau ponsel untuk mengabadikan suasana, tetapi tetap patuhi aturan selama pertunjukan berlangsung dan hindari mengganggu kenyamanan penonton lainnya.
DENPASAR – Pariwisata Bali pada 2026 memasuki fase penting dalam upaya membangun sektor pariwisata...
BALI – Mencari aktivitas selain pantai saat liburan ke Pulau Dewata? Telaga Waja Rafting Bali bisa...
DENPASAR – Penerimaan dari pungutan wisatawan asing Bali menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. H...
DENPASAR — Bali tidak pernah hanya menjual pantai, matahari terbenam, vila, hotel, atau tempat hib...
DENPASAR – Wisata Bali hari ini, Sabtu 15 Agustus 2026, masih menjadi pilihan menarik bagi wisataw...
Bali Atv Ride tidak hanya terkenal dengan keindahan pantainya yang menakjubkan, tetapi juga sebagai ...

Sumba Barat Daya – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 1629/SBD terus menunjukkan progres signifik...
Belu, NTT – Wujud nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat perbatasan kembali ditunjukkan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonar...
Manggelewa, NTB – Babinsa Desa Anamina, Serda Burhanuddin, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama warga binaan di Dusun Jembata pada ...
Gentra News NTT – Reok Barat, 31 Januari 2024 – Serda Syafruddin, Babinsa Koramil 1612-03/Reok, turut hadir dalam kegiatan Musrenban...
Sumbawa Barat, NTB — Babinsa Desa Goa Koramil setempat, Koptu Agus Darmawan, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarak...

No comments yet.