rossa • Agu 14 2026 • 9 Dilihat

Ende – Mengantisipasi potensi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah kondisi musim kemarau, TNI-Polri bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dan seluruh stakeholder terkait memperkuat kesiapsiagaan melalui Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Penanganan Karhutla Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (14/8/2026) pukul 08.00 WITA, bertempat di Lapangan Apel Mapolres Ende, Jalan Pahlawan, Kelurahan Potulando, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi serta sinergitas lintas sektoral dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya di wilayah Kabupaten Ende dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kapolres Ende AKP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla. bertindak sebagai Inspektur Apel, dengan Ipda Sadiun T. Laamo sebagai Komandan Apel dan AKP Amrin sebagai Perwira Apel.
Apel tersebut dihadiri Bupati Ende atau yang mewakili, Ketua DPRD Kabupaten Ende atau yang mewakili, Dandim 1602/Ende Letkol Inf Nugroho Susanto, S.I.P., Dansubdenpom IX/1-1 Ende yang diwakili Peltu Suja, Danki 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT Iptu Moses Da Costa, Danpos Pemantau TNI AU Ende, Pasi Ops Kodim 1602/Ende Lettu Inf Muhammad Nasir, Kasat Pol PP Kabupaten Ende Ibrahim, Kepala BPBD Kabupaten Ende, Kepala Balai TNK Ende, Kepala Pos BMKG Ende, para Camat se-Kota Ende, para Perwira Polres Ende, serta tamu undangan dan unsur terkait lainnya.
Dalam apel tersebut turut disiapkan kekuatan personel yang terdiri atas 1 SSK personel Pom dan Makodim 1602/Ende, 1 SST personel Kompi B Pelopor Satbrimob Ende, 1 SSK personel Polres Ende, 1 SST personel Satpol PP Kabupaten Ende, 1 SST personel Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, serta 1 SST personel unsur penanggulangan bencana/BPBD Kabupaten Ende. Kesiapan personel lintas instansi tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun sistem penanganan Karhutla yang cepat, terpadu dan terkoordinasi, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini hingga penanganan apabila terjadi kebakaran.
Dalam amanatnya, Inspektur Apel menyampaikan bahwa Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla. Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur, musim kemarau yang cukup panjang, serta karakteristik wilayah yang memiliki lahan kering menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius. Untuk itu, langkah pencegahan, deteksi dini, kesiapsiagaan hingga penanganan secara terpadu harus dilakukan secara berkelanjutan.
Sejumlah langkah strategis juga ditekankan, antara lain meningkatkan deteksi dini dan pemetaan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla, melakukan pemantauan terhadap potensi titik api secara berkelanjutan, serta meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain itu, peran aparat di tingkat desa dan kelurahan perlu dioptimalkan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sejalan dengan hal tersebut, Dandim 1602/Ende Letkol Inf Nugroho Susanto, S.I.P., menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak boleh hanya mengandalkan tindakan setelah kebakaran terjadi. Menurutnya, langkah pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas bersama.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini melalui pemantauan wilayah, komunikasi yang cepat, kesiapan personel dan sarana prasarana, serta sinergitas seluruh stakeholder. TNI siap mendukung upaya pemerintah daerah dan Polri dalam mencegah maupun menangani setiap potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Ende,” tegas Dandim.
Menurut Letkol Inf Nugroho Susanto, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya Karhutla. Kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini. “Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Dandim juga menekankan agar seluruh personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla tetap mengutamakan faktor keselamatan, melaksanakan tugas secara terukur, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi di lapangan. Sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, Pemadam Kebakaran, dunia usaha, masyarakat, media dan stakeholder lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah serta menangani Karhutla secara cepat dan terpadu.
Selain kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung seperti kendaraan operasional, peralatan pemadaman, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan serta dukungan logistik juga harus dipastikan dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu. Di sisi lain, aspek penegakan hukum juga menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Setiap pihak yang dengan sengaja maupun karena kelalaiannya menyebabkan terjadinya kebakaran harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan video conference (Vicon) bersama Kapolda NTT sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan penanganan Karhutla di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur terkait di Kabupaten Ende diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana serta melaksanakan pemantauan secara berkelanjutan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla.
Pada pukul 08.30 WITA, seluruh rangkaian Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Penanganan Karhutla Tahun 2026 selesai dilaksanakan dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa pencegahan dan penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan kepedulian, koordinasi dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Kesiapsiagaan bukan sekadar bersiap menghadapi api, tetapi bagaimana bersama-sama mencegah api sebelum berubah menjadi bencana.
NTT-TTU. — Wilayah perbatasan RI-RDTL mendapat perhatian melalui Program Bakti TNI AD untuk Rakyat...
Atambua, Belu, NTT – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik In...
Rabangodu Selatan, Kota Bima _ Semangat memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun ...
Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...
Dompu, NTB – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Koramil 1...
Dompu, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Koramil ...

Sumbawa Barat – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Seminar Kes...
Gentra News Bali – Mangupura, Dalam mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas puluhan personil Polres Badung tergelar di titik rawan mac...
Gentra News NTT KODIM 1605/BELU Babinsa Koramil 1605-05/ Kobalima Serma Muslimin dan Sertu Yakob Potta menghadiri dan melakukan pendampingan pem...
Gentra News Bali – Mangupura, Unit Patroli Satuan Samapta Polres Badung terus dengan gencar melakukan kegiatan-kegiatan Kepolisian untuk m...
Belu, NTT – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan (Hanpangan) di wilayah perbatasan, personel Pos Fatubesi Atas Satgas Pamtas RI-RDT...

No comments yet.