WANO BARAT, LANNY JAYA — Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri 742/Satya Wira Yudha (Yonif 742/SWY) di bawah naungan Koops TNI Habema kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kedamaian dan kesejahteraan masyarakat Papua. Personel Pos TK Andugume melaksanakan Patroli Keamanan yang dirangkaikan dengan Komunikasi Sosial (Komsos) dan Pembinaan Teritorial (Binter) Terbatas di Kampung Andugume, Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Selasa (15/9/2026),
Kegiatan yang ini dipimpin oleh Komandan Tim Tempur (Dantimpur) 2 TK Andugume, Sertu Alexander Febriyanto Pati. Mengusung nilai humanis yang ditekankan oleh Komandan Pos (Danpos) TK Andugume, Kapten Inf Aditya Tri Prasetya, S.Tr.(Han), patroli ini tidak hanya bertujuan untuk observasi medan dan pengamanan, melainkan untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat di pedalaman.
Di sela-sela observasi, personel menyambangi honai (rumah adat Papua) milik warga. Saat berinteraksi dengan Mama Upiton, prajurit mendengarkan keluhan terkait ketiadaan fasilitas penerangan berupa lampu tenaga surya (solar cell) di tempat tinggalnya. Selain itu, prajurit juga melaksanakan karya bakti pembersihan di sekitar honai milik Bapa Guni Enumbi. Suasana hangat juga tercipta saat tim patroli bertegur sapa dengan Mama Wira beserta rombongan Mama – mama yang hendak berangkat menuju Bukit Cakra untuk melaksanakan tradisi adat Bakar Batu.
Dalam pelaksanaannya, Satgas Yonif 742/SWY Koops TNI Habema menghadapi tantangan berupa medan yang cukup terbuka serta kendala komunikasi karena masih banyak warga yang kurang fasih berbahasa Indonesia. Selain itu, kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini juga memicu keluhan warga mengenai kekurangan bahan pangan.
Menyikapi temuan dan dinamika di lapangan tersebut, Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, S.I.P., memberikan pernyataan resminya terkait langkah strategis yang akan diambil oleh satuannya.
”Patroli keamanan ini adalah agenda yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya bukan sekadar mencegah terjadinya gangguan, tetapi yang paling utama adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat sehingga timbul kedekatan emosional antara rakyat dan Aparat Keamanan,” tegas Letkol Inf Dedi Risdiantoro.
Terkait kendala sosial yang ditemukan prajurit, Dansatgas menambahkan, “Kami telah mencatat keluhan masyarakat mengenai kebutuhan penerangan honai dan masalah pangan akibat cuaca. Ke depannya, kami akan mengintensifkan koordinasi dan pendekatan dengan para Kepala Kampung serta Pendeta setempat. Peran tokoh adat dan agama sangat vital agar masyarakat bisa sepenuhnya menaruh kepercayaan kepada TNI saat melaksanakan kegiatan Komsos maupun Binter.”
Seluruh rangkaian kegiatan patroli keamanan dan Komsos di Kampung Andugume berakhir dan seluruh personel Timpur 2 kembali ke Pos TK Andugume dalam keadaan lengkap dan aman, baik personel maupun materiel, membawa catatan evaluasi penting untuk pengabdian selanjutnya di bumi Papua.
No comments yet.