Bima _ Upaya perdamaian antara warga Desa Kalampa dan Desa Dadibou kembali diperkuat melalui kegiatan islah yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Woha, Rabu (16/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Kalampa Serma Ibrahim dan Babinsa Desa Dadibou Sertu Mulyadi turut memonitor dan mendampingi proses perdamaian pasca tawuran pelajar SMA 2 Kalampa yang terjadi pada 14 September 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri Camat Woha Irfan M. Noor, S.Sos., Danramil 1608-04/Woha Kapten Inf. Ibrahim, Kapolsek Woha Iptu Ruslan, unsur Polres Bima, pihak sekolah, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta keluarga dari kedua belah pihak. Seluruh peserta bersama-sama mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Dalam arahannya, unsur pemerintah dan aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi, menghindari penggunaan istilah atau tindakan yang dapat memicu konflik, serta tidak melakukan pemblokiran jalan akibat persoalan yang dapat diselesaikan melalui musyawarah. Masyarakat juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat keamanan apabila terjadi permasalahan di lingkungan.
Danramil, Camat dan Kapolsek juga menekankan pentingnya peran orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen warga dalam membina generasi muda agar menjauhi miras, narkoba serta pergaulan yang dapat memicu tindakan negatif. Pengawasan dan komunikasi di lingkungan keluarga dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Melalui kegiatan islah tersebut, perdamaian antara Desa Kalampa dan Desa Dadibou diharapkan terus terjaga dalam jangka panjang. Keterlibatan Babinsa bersama seluruh unsur terkait menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, mencegah konflik meluas dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kecamatan Woha.
No comments yet.