Breaking News
Categories
  • Android
  • berita
  • Gadgets
  • Health
  • Inspirations
  • KEMENKUMHAM
  • KODAM 1/ BUKIT BARISAN
  • kodam Udayna IX
  • Kodim 161 Wira Sakti
  • Kodim 162 Wira Bhakti
  • Kodim 163 Wira Satya
  • Lifestyle
  • Nintendo
  • NTB
  • PEMDA KLUNGKUNG
  • PEMDA TABANAN
  • PERISTIWA
  • POLDA BALI
  • Polda Jatim
  • POLDA NTT
  • POLRI
  • Reviews
  • Technology
  • TNI AD
  • TNI AL
  • travel
  • Trends
  • Uncategorized
  • War
  • Tenun Pringgasela dari Lombok Timur Memukau Balai Kartini di Ajang Persit Bisa 2, Warisan Leluhur Naik Kelas ke Panggung Nasional

    Apr 28 202646 Dilihat

    Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat — Di tengah derasnya arus modernisasi, warisan budaya Indonesia terus membuktikan eksistensinya melalui nilai, filosofi, dan keindahan yang tak tergantikan oleh zaman. Salah satu kekayaan tersebut hadir dalam sosok Tenun Pringgasela, wastra khas masyarakat Suku Sasak dari Desa Pringgasela, Lombok Timur, yang hingga kini tetap lestari dan menjadi simbol identitas budaya daerah.

    Tenun Pringgasela dikenal luas berkat motif garisnya yang sederhana namun elegan. Di balik tampilannya yang minimalis, tersimpan nilai budaya yang begitu kuat. Berbeda dengan banyak kain tradisional lain, tenun ini tidak menggunakan simbol makhluk hidup dalam motifnya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
    Keunikan tersebut menjadikan setiap lembar kain bukan sekadar produk tekstil, tetapi representasi filosofi kehidupan masyarakat Sasak. Salah satu motif paling terkenal adalah Sabok Beranak, yang menggambarkan siklus kehidupan manusia—lahir, tumbuh, menjalani kehidupan, hingga kembali. Melalui motif ini, Tenun Pringgasela hadir sebagai media yang menarasikan makna hidup, keseimbangan, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
    Perjalanan panjang tenun ini juga menunjukkan kemampuannya beradaptasi tanpa kehilangan akar tradisi. Interaksi perdagangan pada masa lampau dengan masyarakat Makassar dan Bugis turut memberikan pengaruh pada ragam motif serta pengayaan estetika visual. Meski demikian, identitas utama Tenun Pringgasela tetap terjaga kuat.
    Keistimewaan lain yang membuat Tenun Pringgasela begitu bernilai terletak pada proses pembuatannya. Hingga saat ini, para pengrajin masih mempertahankan teknik tradisional menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) atau gedongan. Proses ini membutuhkan keterampilan tinggi, konsentrasi, kesabaran, dan ketelitian luar biasa.
    Material yang digunakan pun berasal dari alam. Benang dibuat dari kapas alami, sementara pewarnaannya memanfaatkan bahan-bahan organik seperti daun ketapang, daun tarum, dan tunjung. Hasilnya adalah warna-warna lembut yang khas, alami, sekaligus ramah lingkungan—sejalan dengan tren gaya hidup berkelanjutan yang kini semakin diminati.
    Karena prosesnya yang detail dan tradisional, satu lembar Tenun Pringgasela dapat memerlukan waktu pengerjaan antara satu hingga tiga bulan. Hal inilah yang menjadikan setiap kain memiliki karakter unik, nilai artistik tinggi, serta eksklusivitas yang tidak dapat ditemukan pada produk massal.
    Dalam tradisi masyarakat Sasak, setiap motif juga memiliki fungsi khusus. Motif Pucuk Rebong yang terinspirasi dari tunas bambu melambangkan pertumbuhan dan harapan, umumnya dikenakan pria dalam upacara adat. Motif Sundawa dengan perpaduan garis dan bentuk belah ketupat sering digunakan dalam momen sakral seperti pernikahan. Sementara itu, Motif Sari Menanti yang memiliki pola garis lurus dengan aksen beras patah kini semakin diminati generasi muda karena tampilannya sederhana namun modern.
    Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya ke panggung yang lebih luas, Tenun Pringgasela turut dihadirkan dalam rangka mengikuti ajang Persit Bisa 2 yang diselenggarakan di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk unggulan dan karya kreatif kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi wastra Nusantara dalam ruang publik nasional.
    Di balik keberlanjutan tradisi ini, hadir peran penting para pelestari budaya. Salah satunya adalah Ny. Nukman, pelaku UMKM Tenun Pringgasela sekaligus anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana. Melalui dedikasinya, ia tidak hanya memproduksi kain, tetapi juga menjaga identitas budaya agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
    Tenun Pringgasela bukan hanya warisan masa lalu, melainkan identitas yang terus bernafas dan berkembang. Ia menjadi simbol kebanggaan, penghubung antar generasi, serta bukti bahwa budaya lokal Indonesia memiliki daya tahan dan daya saing yang kuat di tengah dunia modern.
    Bangga menggunakan identitas Nusantara.
    Tenun Pringgasela, Wastra Nusantara.

    Share to

    Related News

    Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia Laga ...

    by Jul 17 2026

    Klungkung,- Laga seru perempat final antara tim Tango Argentina vs Three Lion Inggris kembali menjad...

    Kawal Proyek Infrastruktur, Babinsa Desa...

    by Jul 16 2026

      Tabanan – Komitmen TNI – AD dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di ...

    Pasiter Kodim 1623/Karangasem Ajak Masya...

    by Jul 16 2026

    Karangasem – Pasiter Kodim 1623/Karangasem Kapten Inf. Komang Sumadana menghadiri kegiatan Sosiali...

    Panasnya terik mentari, tidak menyurutka...

    by Jul 16 2026

    Karangasem – Tanpa mengenal lelah, Anggota Kodim 1623/Karangasem terus kebut pembangunan 3 uni...

    Anggota Kodim 1623/Karangasem Dukung Pen...

    by Jul 16 2026

    Karangasem – Anggota Kodim 1623/Karangasem Sertu Gede Sulitra bersama tim gabungan melaksanakan ke...

    TMMD Ke-129 Kodim 1626/Bangli Olah Lahan...

    by Jul 16 2026

    Bangli – Selain mengerjakan berbagai sasaran fisik dan nonfisik, Satuan Tugas (Satgas) TNI Man...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Other News

    Wujudkan Kemanunggalan TNI–Rakyat, Babinsa Pa...


    Rote Ndao – Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung kelancaran pembangunan di wilayah binaan, Babinsa Kodim 1627/RN, Serda ...

    21 Jan 2026

    Sinergi Aparat dan Instansi Terkait, Monitoring...


    Denpasar Barat, 23 Juni 2026 – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban wilayah, Babinsa Kelurahan Pemecutan Koramil 1611-07/Denpa...

    23 Jun 2026

    Tanamkan Disiplin Prajurit, Kodim 1601/Sumba Ti...


    NTT – Sumba Timur. Komando Distrik Militer (Kodim) 1601/Sumba Timur menggelar upacara bendera rutin hari Senin pada awal bulan Februari ya...

    02 Feb 2026

    TNI Hadir Dukung Gizi Anak, Babinsa Koramil Tal...


    Sumbawa Barat – Dalam rangka mendukung program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah, Babinsa Koramil 1628-01/Taliwang Kodim 1628/Sumbawa Bara...

    10 Mar 2026

    Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Perkuat Silaturah...


    Bima/Bolo – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, para Babinsa Koramil 1608-02/Bolo melaksanakan kegiatan ronda malam pada ...

    by
    01 Mar 2026
    back to top